Senin, 18 Juli 2016

Aisyah Part I - The Only ONE


Aku terbangun dari lelap tidur ku, berharap akan ada cahaya yang memampu menerangi jiwa yang sepi. Ku coba melihat dunia di balik jendela kamar ku, namun semua tetap terasa sama tak ada yang berubah.

Perlahan ku langkah kan kaki tuk menjemput cahaya mentari. Berharap sinarnya akan mampu mencairkan hati yang beku. Dan untuk kesekian kalinya aku berharap akan ada kehangatan yang bisa aku rasa kan, meski itu untuk yang terakhir kalinya bagi ku……

“Ma, Pa. Dimas berangkat dulu ya.”
“gak sarapan dulu sayang?” sahut mamanya.
“gak usah ma, Dimas sarapan di kampus aja.” Beranjak pergi.
“lihat tuh kelakuan anak mama, diajak sarapan orang tua malah milih sarapan di luar, dasar anak gak tau di untung!” Dimas menghentikan langkahnya.
“Pa, boleh aku bertanya sesuatu padamu. Kapan terakhir kali kita makan bersama dalam satu meja?”
“apa maksud dari pertanyaan mu itu?”
“aku hanya menanyakan, kapan terakhir kali kita makan bersama? Pernahkah papa berfikir kalau selama ini aku selalu sendiri.”
“cukup Dimas!!! Kamu mulai berani sekarang. Papa sama mama ini bekerja untuk kebutuhan kamu, seharusnya kamu bersyukur untuk itu.”
“aku sudah sangat bersyukur kepada Tuhan pa, tapi yang Dimas butuhkan bukan semua materi ini, tapi kasih sayang papa dan mama buat Dimas.”
(Plaakkkk) Sebuah tamparan keras melayang di pipi Dimas.
“kamu sudah mulai banyak bicara ya sekarang, dasar anak tidak tau di untung. Mahasiswa macam apa kamu ini? Apa di kampus dosen mu tidak pernah mengajari mu bagaimana cara berterima kasih kepada orang tua,” ujar papanya dengan wajah memerah.
“apa papa tidak pernah belajar sebagai orang tua! Apa yang harus di lakukan orang tua untuk anaknya? Terima kasih untuk sarapan paginya yang begitu indah dari anda.” Dimas beranjak pergi.

Entah, sudah tak terhitung berapa lama aku hidup di dalam kegelapan ini. Terbelenggu dengan sebuah beban yang saat ini menyayat hati. Orang bilang rumah adalah surga, tapi bagi ku rumah adalah neraka yang di dalam nya hanya menyimpan sebuah siksaan hati yang perlahan mulai menggerogoti hati. It’s damn for me, I hate everything in my house!”

Setibanya di kampus, Dimas mempercepat langkah kakinya untuk menuju toilet.
(uhukk… uhukkk...) Darah keluar dari hidung.
Dimas mengambil sapu tangan yang selalu dia simpan di dalam saku celananya. Dengan segera mengusap darah di hidungnya berharap takkan ada orang yang melihatnya.
“woiiii…. Ini dia yang kita tunggu-tunggu baru datang, dari mana aja lu bro? temen yang lain udah pada nungguin tuh.” Sapa salah satu temannya.
“sorry tadi dari toilet, ada panggilan alam yang mengganggu,” ujarnya dengan gurau.
“okelah, yok gabung sama yang lain.” mereka pergi…….

Kampus adalah surga bagiku dimana aku bisa merasakan kesenangan yang tidak bisa aku dapatkan di dalam rumah. Di kampus aku bisa mengeluarkan semua beban yang membelenggu, terbang bebas dan lepaskan semua. Bersama mereka aku bisa bahagia, tertawa bersama.
Seperti biasa ketika jam kosong Dimas dan temannya biasa nongkrong di belakang gedung kampus menghibur diri dengan minuman keras yang mereka genggam atau sebatang rokok yang mereka hisap. Kebiasaan mereka sudah mendapat peringatan dari pihak kampus, tapi mereka tidak pernah menghiraukan peringatan itu.

“cuiittt… cuiiittt…” salah satu teman Dimas bersiul.
“ada Aisyah tuh bro.” Dimas melihat kearah tepat Aisyah sedang berjalan di depan matanya.
“kejar gih, lo kan ngebet banget sama si Aisyah itu, hahaha.” Ujar temannya menggoda.

Di dalam kelas Aisyah meletakan buku dan tas yang sedari tadi ia bawa. Aisyah adalah cewek sholeha yang memiliki paras anggun dan lembut dalam tutur perkataannya. Kepala yang di tutupi hijab membuatnya semakin terlihat anggun.

“eh Syah, tadi aku lihat sepertinya Dimas memperhatikan kamu deh.” Salah satu temannya membuka pembicaraan.
“sok tau kamu Nis” gerutu salah satu teman yang lain.
“orang beneran kok, tadi aku lihat sendiri.”
“atau jangan-jangan dia suka lagi sama kamu Syah?” temannya mulai menerka.
“huss.. jangan asal kamu. Mana mau Aisyah sama cowok gak jelas kayak dia. Udah kelakuannya gak bener, aku heran emang keluarganya gak didik dia apa, kok jadi kayak gitu.” Asiyah hanya tersenyum mendengar obrolan temannya, terdiam tanpa mau berkomentar.

Pulang dari kampus Dimas langsung bergegas ke rumah sakit yang sudah menjadi langganannya.
“bagaimana hasilnya dok?”
“semakin memburuk, apa nak Dimas masih melakukan kebiasaan merokok, dan minum minuman keras yang sudah saya larang?” dimas hanya terdiam.
“kalau saya boleh saran, sebaiknya hindari kebiasaan buruk anda, karna itu hanya akan memperburuk kondisi kesehatan anda.”
“baik dok, akan saya coba. Terima kasih.” Dimas bergegas pulang.
Dimas melangkahkan kakinya meninggalkan rumah sakit. Tanpa di sadari Aisyah melihat Dimas keluar dari rumah sakit, dengan perasaan penasaran Aisyah memutuskan untuk mengikuti Dimas pergi.

Dimas terus berjalan memasukki gang demi gang hingga akhirnya dia sampai di suatu tempat dimana disana banyak anak-anak jalanan yang sedang menunggu kedatangannya.
“selamat sore adik-adik” sapa Dimas.
“selamat sore bapak guru.” Sapa balik mereka.
melihat pemandangan yang tak pernah terbayangkan oleh Aisyah, hati Aisyah merasa tersentuh.

Hari demi hari berlalu. Tanpa di sadari Aisyah selalu memperhatikan aktivitas yang dilakukan Dimas mulai dari check-up kesehatan di rumah sakit, bahkan sampai berbagi bersama anak jalanan.

Hari ini seperti biasa setelah selesai jam mata kuliah Aisyah bergegas bersiap untuk membuntutti Dimas.
“woiii bro, mau kemana lo buru-buru amet?” ujar temannya.
“seperti biasa anak-anak udah ngumpul tuh.”
“sorry hari ini aku gak bisa ikut.” Ujar Dimas.
“yahh… lo gak asik bro, ada apaan sih kok buru-buru cabut?”
“aku harus ke rumah sakit sekarang, nyokap lagi sakit.”
“okelah kalau begitu tapi janji next time ngumpul ya.”
Dimas hanya mengacungkan jari jempol nya seraya bergegas pergi meninggalkan mereka.

Dari kejauhan tanpa di sadari Aisyah terus memperhatikan aktivitas yang dilakukan Dimas. Hingga tanpa disadari waktu sudah menunjukkan larut malam.
Ketika Dimas akan hendak berpamitan kepada anak-anak jalanan yang di didiknya, tiba-tiba terdengar suara minta tolong. Dimas langsung berlari menghampiri suara tersebut.

“tolonggg… tolongggg…”
“terus saja meminta tolong sayang, tidak akan ada orang yang mendengar suara manis mu itu.”
“woii.. lepaskan cewek itu!” tegur Dimas.
“Dimas…. Tolong aku.”
“Aisyah?” kedua mata Dimas terbalak ketika melihat cewek itu adalah Aisyah.
“heh, anak muda! Mendingan lo pergi dari sini sekarang atau nyawa lo bakal melayang.” Ujar penjahat mengancam.
“Dimas.. tolong aku.. aku takut.” Seru Aisyah yang merasa ketakutan.
“kamu tenang ya Syah, aku pasti bakal nyelamatin kamu.”
“lepasin cewek itu!!!”
“banyak bacot juga nih bocah, ayo hajar.”
pertengakaran pun terjadi. Dimas yang di kroyok oleh lima penjahat tidak dapat menahan setiap pukulan yang di hantam kan kepadanya. Beruntung saat kejadian ada polisi pantau yang sedang berkeliling, sehingga nyawa Dimas masih bisa di selamatkan. Lalu polisi membawa mereka berdua ke tempat yang aman.

Dimas mendapat perawatan ringan dari puskesmas terdekat. Dengan sangat hati-hati Aisyah membersihkan luka Dimas dengan air hangat.
“Duhh…. Duhh.., pelan-pelan dong, sakit tauk.” Ujar Dimas kesakitan.
“i… iiya, maaf.” Ujar Aisyah merasa bersalah.
“terima kasih banyak ya Dim, kamu udah nyelamatin aku tadi. Kalau gak ada kamu gak tau deh nasib ku bakal kayak apa.” Ujar Aisyah.
“iya Syah sama-sama, santai aja sesamA mahkluk hidup kan emang harus saling membantu.” Mendengar tutur kata Dimas membuat Aisyah semakin kagum dengan sosok Dimas yang baik. Dia tidak seperti yang terlihat, ada sisi lain yang tidak di ketahui oleh orang lain.
“btw, ngapain kamu malam-malam gini ada di luar rumah?”
“ituu. Anu.. tadii…” Aisyah tampak kebingungan dengan pertanyaan Dimas, tapi pada akhirnya Aisyah memilih untuk jujur.
“maaf ya Dim. Sebenarnya dari beberapa hari ini aku ngikutin kamu.” Aisyah tertunduk pilu.
“apa? Jadi selama ini kamu ngikutin aku? Ngapain Syah, hahaha.” Dimas tertawa.
“yaa… aku Cuma penasaran aja sama hal yang kamu lakuin itu. Kenapa kamu repot-repot ngurusi anak-anak jalanan itu. Sedangkan petinggi-petinggi kita acuh kepada mereka?” untuk sesaat Dimas menatap tajam mata Aisyah yang membuat Aisyah seakan mati gaya.
“kamu mau tau apa alasan ku?” Aisyah hanya menganggukkan kepala.
“yang aku lakukan itu adalah cara ku bersyukur kepada Tuhan. Aku jauh lebih beruntung dari mereka, jangankan untuk pendidikan untuk makan saja mereka tidak tau harus kemana. Maka dari itu, aku ingin berbagi ke mereka, biar mereka bisa pinter dan bisa memperbaiki kehidupan mereka di masa depan.” Aisyah hanya tercengang dengan jawaban yang Dimas lontarkan.
“tapi di balik itu semua ada point lain yang lebih penting.” Dimas tersenyum.
“apa itu?” tanya Aisyah bingung.
“hidup mu akan terasa lebih bermakna ketika kamu bisa membantu orang lain. kamu akan merasa bahwa kamu hidup itu berguna untuk orang lain.”

Sesampainya di rumah, Aisyah masih saja ternyiang perkataan yang Dimas lontarkan padanya. Dia melihat sisi lain dari Dimas yang tak mungkin di lihat oleh orang lain. sejak saat itu Tuhan telah menumbuhkan rasa cinta di dalam hati Aisyah untuk Dimas.

Waktu menunjukkan jam 01:00
“dari mana saja kamu, jam segini baru pulang?” tegur papa nya.
“ya ampun… wajah kamu kenapa sayang, kok bonyok kayak gitu.” Ujar mama nya kawartir.
“gapapa ma, tadi habis jatuh di jalan.”
“bohong kamu! Pasti kamu abis tawuran kan, ikut anak berandalan yang gak jelas masa depan itu. Lihat dirimu, mau jadi apa kamu itu?”
“papa, hentikan semua itu!” ujar mama nya.
“terus saja membela anak berandalan seperti dia. Dasar anak tidak tau terima kasih.” Dimas langsung bergegas meninggalkan kedua orang tuanya, berlari menju kamar nya.

Tak terhitung berapa tetesan air mata yang sudah aku teteskan untuk luka ini. Orang bilang rumah adalah surga namun yang aku rasakan adalah neraka. Tak ada ke damaian yang bisa aku rasakan di rumah ini. Mereka bilang keluarga adalah pencitraan dari rasa kasih sayang yang penuh kehangatan, namun yang ku rasakan hanya kedinginan hati yang perlahan mulai membekukan hati dan seakan terasa mati.

(tokkk.. tokkk…) suara seseorang sedang mengetuk pintu dari luar.
“sayang ini mama, boleh mama masuk.”
perlahan mama nya mulai membuka pintu dan menghampiri Dimas yang terbaring diatas ranjangnya.
“sayang, maaffin papa sama mama ya. Mama tau kamu merasa kesepian karna papa sama mama sibuk bekerja. Kamu harus bisa ngerti semua ini buat kamu sayang,” ujar mamanya seraya mengelus kepala anak semata wayangnya itu.
“tapi bukan itu yang aku mau ma, aku butuh papa sama mama, aku takut ma.”
“takut kenapaa sayang, mama ada disini buat kamu…”

Dalam bayangan kelam aku sendiri hanya berteman dengan sepi. Mencoba tersenyum manis meski itu palsu. Mencoba tertawa agar tak ada yang tau bahwa hati ini sedang terluka. Biarkan semua ku pendam sindiri hanya akan Tuhan dan aku yang tau atas apa yang aku rasakan saat ini dan seterusnya hingga ajal datang mengjilangkan luka…..

Aisyah tak dapat lagi membendung rasa yang dia miliki. Semakin dia bersembunyi di balik rasanya, semakin besar pula rasa rindu yang tercipta untuk Dimas.
“oke, besok aku harus ungkapin semua ini ke Dimas. Aku gak perduli nanti dia mau jawab apa, atau menganggap aku apa. Yang terpenting sekarang aku hanya ingin dia tau perasaan ku padanya.”

Hari yang cerah untuk jiwa yang sepi, mungkin hal itu yang dapat tergambarkan dalam kehidupan Dimas. Berharap akan ada setitik cahaya yang mampu menerangi jiwanya yang sepi.
Dimas duduk menyendiri di sebuah taman kampus. Dari kajauahan Aisyah melihat Dimas yang nampak sedang sibuk dengan buku yang saat ini dia genggam. Perlahan Aisyah mendekati Dimas.

“hai Dim,” sapa Aisyah.
“haiii juga Syah. Tumben kemari ada apa?”
“gapapa kok, aku ganggu kah?”
“oh gak kok, ini juga lagi santai aja.”
“gimana luka mu, sudah baikkan?”
“oh sudah kok, ini juga udah sembuh.”
untuk sesaat suasana menjadi hening, tak tau apa yang harus di katakan, hingga akhirnya Aisyah membuka topik pembicaraan.
“Dim, aku mau ngomong sesuatu ke kamu, tapi maaf ya sebelumnya mungkin ini terdengar tidak sopan,” ujar Aisyah tersipu malu.
“mau ngomong apa sih, kayaknya serius banget. Santai aja lagi Syah.”
Dengan mengumpulkan keberanian yang begitu besar akhirnya Aisyah mengungkapkan isi hatinya.
“aku suka kamu Dim. Oke aku tau ini tidak masuk akal. Terserah kamu mau berpendapat aku cewek murahan atau semacam nya. Aku Cuma ingin kamu tau perasaan ku kalau aku sayang kamu. Kamu sudah berhasil menganggu di setiap ingatan ku.”
Mendengar perkataan Aisyah sontak membuat Dimas tiba-tiba  menghentikan bacaan buku yang sedari tadi dia genggam.
“apa Syah? Kamu suka aku? Apa gak salah denger aku?” tanya Dimas memastikan bahwa dia tak sedang bermimpi.
“aku rasa perkataan ku sudah jelas, jadi aku tidak akan mengulang untuk kedua kalinya.”
“yah, aku denger sih. Aku cuma mastiin aja,” ujar Dimas mengela.
“kok bisa kamu jatuh cinta sama cowok kayak aku gini?”
“emangnya kenapa, ada yang salahkah?”
“kamu lihat aku. Apa yang kamu lihat dari cowok berandal kayak aku. Sepertinya kamu salah mencintai orang.”
“tidak ada yang salah dengan perasaan ku ke kamu. Aku sudah meyakinkan hatiku bahwa ini benar.”
“maaf Syah, aku gak bisa. Kamu berhak dapatkan yang jauh lebih baik dari pada aku. Bukan seperti ku yang tak tau aturan kayak gini.”
Dimas hendak beranjak pergi, namun genggaman tangan Aisyah menahannya.
“tunggu!!!”
“aku tidak melihat mu seperti apa yang mereka lihat padamu. Aku sendiri tidak tau kenapa aku bisa suka padamu. Namun yang aku tau, kamu jauh berbeda tidak seperti apa yang di pikirkan mereka. aku melihat hati yang tulus di dalam hatimu. Jadi aku mohon jangan berbohong pada ku.”
Untuk sejenak Dimas terdiam, membalikkan badan dan secepat kilat memeluk erat Aisyah.
“bila ini takdirnya, aku tidak akan mengingkarinya. Aku juga sayang kamu Syah…”

Hari demi hari mereka lalui bersama. Berbagi duka, canda tawa bersama. Sejak saat itu Aisyah seakan menjadi asisten pribadi Dimas yang ikut serta dalam membantu anak-anak jalanan. Kini hari-hari dimas lebih berwarna. Kehadiran Aisyah membuatnya dapat merasakan senyum yang lama hilang, titik terang itu datang yang perlahan mulai mencairkan hati yang telah lama beku.

Untuk beberapa bulan terkahir Dimas tidak seperti biasanya melakukan check-up ke dokter. Merasa dirinya baik-baik saja membuatnya enggan untuk pergi ke dokter. Hingga suatu hari Dimas terjatuh tak berdaya di atas tanah, yang membuatnya harus dilariakn kerumah sakit.

Setelah beberapa jam menunggu akhirnya Dimas mulai siuman.
“aku dimana?” ujarnya dengan lemas.
“jangan banyak gerak dulu, kamu lagi dirumah sakit,” sahut Aisyah yang sedari tadi menunggunya.
“are you ok?”
“aku gapapa kok, terima kasih ya.” Aisyah hanya tersenyum. Tiba-tiba darah keluar dari hidung Dimas.
“ya ampun Dim. Itu kenapa hidung kamu berdarah gitu.”
“gapapa kok Syah. Ini cuma mimisan biasa kok. Tenang ya, gak perlu kawatir,” pinta Dimas menenangkan kekasihnya.
“biar aku telepon orang tua mu ya, biar mereka jemput kamu disini.”
“gak perlu Syah. Mereka tidak punya waktu untuk melakukan hal seperti itu.”
“kamu ngomongnya kok gitu, kenapa?”
“hhm… mereka terlalu sibuk dengan dunia nya masing-masing.” Aisyah terdiam tak mengerti.
“sudahlah, aku bisa pulang sendiri kok.”
“kamu yakin gak mau aku anter pulang aja.”
“gak usah, lagian habis ini aku masih ada urusan. Kamu pulang duluan aja ya.”
“yasudah deh kalau gak mau, aku pulang dulu ya, I love you.”
“ I love you too. Kamu hati-hati ya.” Aisyah hanya tersenyum seraya pergi meninggalkan Dimas.

Setelah di rasa Aisyah sudah menjauh pergi. Dimas bergegas pergi menuju rumah sakit langganannya untuk memeriksakan dirinya.

Darah terus mengalir di hidungnya yang membuat Dimas semakin merasa kawatir
(uhukk… uhukk…)
“bagaimana dengan kondisi saya dok?”
“sudah berapa lama nak Dimas tidak datang kemari?”
“sudah sekitar tujuh bulanan dok.”
“jadi selama itu nak Dimas tidak pernah meminum obat yang saya berikan.” Dimas hanya menggelengkan kepalanya.
“begini nak Dimas, dengan berat hati saya harus katakan ini pada anda. Saya sebagai dokter tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Kanker paru-paru yang anda derita sudah mencapai stadium 4. Yang kemungkinan besar anda tidak dapat bertahan dalam jangka lebih dari satu bulan.”
Mendengar keterangan dari sang dokter membuat tubuh Dimas lunglai seakan tak berdaya. Jiwanya seakan mati disaat itu juga. Pandangannya jauh melayang dimana saatnya nanti dia harus meninggalkan orang-orang yang dia sayangi.
“jadi menurut dokter sisa umur saya tinggal satu bulan saja dok?”
“begini nak Dimas. Saya sebagai dokter juga manusia jadi saya tidak bisa memastikan kematuian seseorang. Namun sesuai diagnosa saya sebagai dokter, itulah yang akan terjadi. Jadi saran saya perbanyaklah minta kepada Tuhan, agar Tuhan memberikan kesembuhan untuk mu.

Dimas berjalan dalam gelap nya malam. Di tatapilah pijaran lampu jalanan yang seakan memberikan cahaya terang untuknya pulang. Jiwanya kosong, dan hatinya terasa begitu hampa. Dia tidak pernah menyangka akan mengetahui kematiannya sendiri yang sebentar lagi akan menjemputnya….

Di ruang tamu, tampak kedua orang tua Dimas sedang berkumpul. Dimas melangkahkan kakinya menuju kamar tempat dimana dia bersembunyi. Menyembunyikan semua luka dan kesedihannya disana. Pikiran yang kacau balau membuatnya tak menghiraukan apa yang ada di sekitarnya.

“Dimas, berhenti kamu!!”
“kamu ini semakin lama semakin kurang ajar! Dasar tidak tau sopan santun! Sudah tau ada orang tua, masuk rumah seenaknya saja tanpa memberikan salam.”
Dimas hanya terdiam seraya menundukkan kepalanya.
“kalau papa ngomong itu kamu dengerin, jangan hanya bisanya menyusahkan orang saja.”
“apa papa pikir dengan adanya Dimas itu menjadikan beban untuk keluarga ini?”
“sudah mulai berani membantah papa. Kalau kamu tidak bisa papa atur, silakan angkat kaki dari rumah ini.”
“papa! Jaga perkataanmu,” sahut mamanya Dimas.
“baik pa, kalau itu emang bisa bikin papa merasa lebih baik. Tenang aja kok pak, sebentar lagi Dimas bakalan pergi dari sini untuk selamanya. Terima kasih.”
“papa. Ngomongnya jangan kasar gitu dong, nanti kalau Dimas beneran pergi gimana!”
“halah, itu gak mungkin ma. Anak manja seperti dia mana bisa hidup tanpa kita.”
mamanya Dimas hanya menggelengkan kepala.

Kedua bola mata Dimas berlinang mencoba membuang semua kesedihan dan bebannya bersama tiap aliran air mata yang keluar dari kelopak matanya. Entah kepada siapa dia hendak berbagi. Di dalam dunia yang begitu luas dia seakan merasa sendiri. Akhirnya dia menghubungi temannya dimana dia bisa melupakan semua kesedihan yang di rasakannya.
“hallo bro, lo dimana?” ujar Dimas.
“di tempat biasanya bro. ini lagi bareng anak-anak.”
“oke, gue kesana sekarang.”

Rokok dan minuman keras seakan menjadi teman setia bagi Dimas. Baginya, itu adalah cara terbaik yang bisa dia lakukakn untuk melupakan semua beban penak yang ada di kepalanya.
Segelas demi gelas dia tekuk. Dia tak lagi memperdulikan penyakit yang di deritanya yang perlahan mulai menggerogoti tubuhnya.

Di kampus Aisyah mencari sosok yang di cintainya, namun tak ujung dia temukan.
akhinya satu persatu dia mulai mengintrogasi teman-teman Dimas.”
“ehh, Ton. Kamu lihat Dimas gak?”
“enggak Syah.”
“Dava, kamu lihat Dimas gak?”
“enggak tuh.”
“Linda, kamu lihat Dimas gak?”
“enggak Syah. Tadi di kelas juga gak ada, kayaknya dia gak masuk.”
“oke deh, makasi ya Lin.”
Di rasa semua introgasinya tidak membuahkan hasil, akhirnya dia tau harus kemana tempat dimana Dimas berada.

Suara gemuruh tawa anak jalanan itu seakan menjadi alunan lagu sebagai obat penenang Dimas. Senyum polos mereka memberikan kehangatan untuk mencairkan hati yang sedang membeku.
“assalamualaikum,” salam Aisyah dari luar pintu.
“wa’alaikum salam. Iya adik-adik, untuk hari ini udahan dulu ya. Besok kita lanjut lagi,” ujar Dimas menyudahi pembelajarannya.
“tadi kenapa gak masuk kuliah?”
“hhmm… lagi males, dosennya bosenin.”
“jangan bohong kamu, aku tau kamu lagi ada masalah.”
“dari mana kamu tau itu?”
“kedua matamu berbicara seperti itu.”
Dimas terdiam.
“please… jangan bohongin aku, aku sayang kamu, aku mau jadi sebuah buku diary buat kamu dimana kamu bisa menuliskan semua ceritamu disana,” ujar Aisyah dengan tatapan mata yang redup yang membuat Dimas semakin tak kuasa harus menerima takdir bahwa sebentar lagi dia akan meninggalkan orang yang dia sayangi. Hatinya pilu namun dia coba untuk tetap tegar agar Aisyah tidak mengetahui kebenaran yang terjadi atas dirinya.
“duhh.. kamu sok tau banget sih,” sahut Dimas seraya mengeluskan tangannya diatas kepala Aisyah.
“iihhh… jangan gitu, berantakan semua nanti,” ujar Aisyah kesal. Dimas hanya tersenyum.
“sini deh,” Dimas memeluk erat Aisyah.
“kamu yang tenang ya.. everything is gonna be ok honey.” Aisyah hanya menganggukkan kepala seraya tenggelam dalam hangatnya pelukkan yang Dimas berikan.

Di dalam anganannya. Dimas berkata pada hatinya. “Maafkan aku Syah… sampai saat ini aku terus berbohong kepadamu. Aku terus bersembunyi di dalam luka ku. Aku tidak mau membuat mu kawatir atau nantinya akan membuat mu takut. Takut menerima kenyataan bahwa sebentar lagi kita akan berpisah.”
Tuhan, kenapa harus secepat ini Engkau memanggil ku. Disaat aku mulai bisa merasakan kehangatan itu, menemukan titik terang dalam hidupku, kenapa semua ini harus terjadi. Aku masih ingin bersamanya Tuhan. Berikan aku lebih banyak waktu untuk bersamanya, memandang setiap senyuman indah yang selalu dia berikan untukku. Aku sayang dia Tuhan, sungguh sangat menyayanginya……”

Di sisa akhir hidupnya, Dimas banyak menghabiskan waktu bersama Aisyah. Ingin rasanya Dimas menghentikan waktu, agar dia bisa hidup lebih lama lagi.
Hari demi hari terus berganti. Setiap hari Dimas menghitung sisa hidupnya dengan cara mencoret setiap pergantian tanggal. Hingga pada akhinya waktu satu bulan itu akan berakhir.
“tidak terasa sudah tanggal 27. Itu berarti sisa hidupku tinggal tiga hari lagi.”
Dengan perasaan pilu Dimas meratapi semua dengan sedih. Entah apa yang harus dia katakan kepada Aisyah, bagaimana keadaannya setelah dia pergi. Sungguh itu membuatnya semakin tidak ingin pergi. Namun apalah dayanya jika ini memang takdir dari sang Ilahi, maka dia harus pergi dan melupakan semuanya.
“mungkin ini adalah cara Tuhan untuk menyembuhkan luka di dalam hatiku….”

Tiga hari menjelang kematian……

seperti biasa setelah memberikan materi kepada anak jalanan yang di didiknya. Dimas dan Aisyah duduk bersantai melepas penak.
“Syah, aku mau tanya sesuatu sama kamu?”
“mau tanya apa? Tanya aja lagi.”
“kalau misal aku meninggal, apa kamu akan melupakan aku?”
Aisyah terkejut mendengar pertanyaan Dimas.
“kamu tanyanya kok gitu, jangan aneh-aneh deh,” ujarnya cemberut.
“iya ini kan cuma misalnya aja. Kita kan tidak tau kapan Tuhan akan memanggil kita.”
“udah ah, ganti topik pembicaraan.”
“jawab dulu.”
“aku gak bisa jawab.”
“kenapa?”
“karna aku gak mau hal itu terjadi.”
Dimas terdiam, tertunduk pilu.
“boleh aku pinjam jam tangan mu?” pinta Dimas.
“buat apa?” tanya Aisyah.
Lalu Aisyah melepaskan jam tangannya. Dimas melepaskan baterai yang ada di dalam jam tersebut.
“buat apa kamu melepaskan baterai jam tangan ku?” ujarnya dengan bingung.
“aku ingin menghentikan waktu, agar aku bisa selalu bersama kamu.” Ujar Dimas dengan lembut yang membuat hati Aisyah terlena.
“hey.. look at me. I love you so much, please don’t leave me!!!” ujarnya seraya memeluk Dimas.
“I know that, me too honey.”
Dalam angannya Dimas berkata, “mungkin ini akan menjadi pekukkan terakhir kita Syah. Tuhan, aku titipkan dia padamu. Aku sayang dia.”
“oia… besok aku mau pergi, jadi gak bisa ketemu dulu ya. Sekalian aku juga titipkan anak-anak padamu, tolong jaga mereka.” ujarnya dengan nada cengengessan.
“emangnya kamu mau kemana?”
“besok aku mau keluar kota bereng keluarga. Biasalah ada acara keluarga gitu.”
“lama gak? Nanti kalau aku kangen gimana?” ujarnya dengan manja.
“gak kok, cuma sebentar aja. Kamu jaga diri baik-baik ya.”
Aisyah hanya menganggukkan seraya masih dalam pelukkan Dimas.

Last day…..

Menjelang hari terakhir Dimas datang menemui dokter langganan tempat dia berobat.
“dok, saya mau minta tolong.”
“apa yang bisa saya bantu nak Dimas?”
“jika besok memang menjadi hari terakhir buat saya. Saya ingin menitipkan ini kepada dokter.” Dimas memberikan dua amplop.
“jika besok atau lusa dokter mendengar saya telah tiada. Tolong berikan itu kepada orang tua saya dan kekasih saya. Tolong sampaikan bahwa aku sangat mencintainya,” ujar Dimas dengan linangan air mata.
“baik nak Dimas. Saya pasti akan melakukan apa yang di amanahkan kepada saya.”
“dokter, saya mau mengucapkan terima kasih untuk semuanya. Terima kasih sudah mau membantu dan peduli sama saya.”
“iya nak Dimas sama-sama. Maaf saya tidak bisa berbuat banyak karna saya juga manusia biasa.”

Satu hari tidak mendapat kabar dari Dimas, Aisyah mencoba memaklumi.
“aah.. sudahlah, mungkin dia sedang sibuk bersama keluarganya.”
Dua hari, tiga hari berikutnya Aisyah mencoba menghubungi nomor Dimas namun tidak bisa. Di message pun tidak ada respon. Ini membuat Aisyah semakin kawatir dengan keadaan Dimas.

Di kampus Aisyah mencoba mencari kabar tentang keberadaan Dimas, namun usahanya nihil. Akhirnya dia meminta alamat rumah Dimas ke salah satu temannya. Dan setelah jam mata kuliah ia berencana mencari alamat tersebut.
Jam mata kuliah pun berakhir. Saatnya Aisyah mencari alamat rumah Dimas yang saat ini ada di genggamannya. Setelah menempuh beberapa menit perjalanan, akhirnya dia berhenti di depan sebuah rumah mewah yang alamat dan nomor rumah itu sama persis seperti alamat rumah yang ada di tangannya.
“alamatnya bener ini, tapi kenapa ada bingkaian bunga duka cita gini. Siapa yang meninggal?” rasa penasaran membuatnya berani bertanya kepada salah satu pembantu yang kebetulan sedang menyiram bunga di depan halaman rumah.
“permisi,” sapa Aisyah.
“iya mbak, ada yang bisa saya bantu.”
“begini bu, saya mau tanya. Apa benar ini alamat rumah atas nama bapak Surya Atmadja.”
“iya betul mbak. Ada apa mbak mencari bapak?”
“enggak, aku bukan mau ketemu pak Surya, tapi saya kesini mau ketemu sama anaknya yang bernama Dimas.”
mendengar tutur kata Aisyah, sontak si pembantu langsung terdiam sedih.
“kenapa bu, Dimasnya ada kan?”
“memangnya mbak belum tahu.”
“tahu apa ya bu?” tanya Aisyah kebingungan.
“maaf mbak. Den Dimas sudah meninggal dari tiga hari yang lalu.”
Mendengar keterangan dari sang pembantu membuat Aisyah merasa sangat sedih. Hatinya seakan hancur berkeping-keping. Linangan air matanya seakan menjadi cerminan bahwa hatinya sangat sedih.
“apa bu? Meninggal!!! Ini pasti gak bener. Ibu bohongkan.” Ujar Aisyah tak percaya.
“beneran atuh mbak, saya mah tidak bohong.”
Lalu si pembantu memberikan alamat tempat Dimas di makan kan, dengan kecepatan penuh Aisyah bergegas menuju tempat peristirahatan Dimas menutup mata untuk selamanya….”

Tidak lama kemudian Aisyah telah sampai di pemakaman. Dari kejauahan tampak sebuah makam yang masih baru dengan nisan yang belum usang dan taburan bunga yang masih segar.
(aaarrrggggg……) teriak Aisyah dengan deraian air mata yang sedari tadi membasahi pipinya.
“kenapa kamu bohong sama aku. Kamu bilang mau pergi sebentar tapi nyatanya apa ini.” Keluhnya seraya menggengam erat tanah kuburan Dimas.
“bangun Dimas, bangun….. kamu udah janji gak bakal ninggalin aku tapi kenapa kamu tega ninggalin aku!!!!!!”

Panasnya terik matahari yang menyengat hati tak dapat lagi di rasakan oleh Aisyah. Perasaannya hancur melihat orang yang sangat dia sayangi telah pergi meninggalkannya untuk selamanya. Hari telah sore, tak terasa sudah terlalu lama Aisyah berada di makam Dimas. Aisyah hendak pergi meninggalkan makam Dimas, namun kakinya seakan tak mampu untuk dia langkahkan. Pandangannya masih saja tertuju pada makam orang yang sangat dia cintai.
dalam hatinya dia bertanya, “apa yang terjadi padamu sehingga kamu harus pergi secepat ini.”
Dalam lamunan sedih, Aisyah teringat moment dimana saat dia melihat Dimas sering mendatangi rumah sakit yang sering Dimas kunjungi.
“iya… aku harus kesana. Mungkin dari sana aku bisa mendapatkan informasi apa yang terjadi padamu.” Tanpa berfikir panjang Aisyah langsung melajukan mobilnya kerumah sakit tempat dimana Dimas berobat.

Selang beberapa menit Aisyah pun telah sampai di rumah sakit.
“permisi sus. Apa disini pernah ada pasien atas nama Dimas Atmadja.”
“sebentar ya mbak, saya check dulu.”
“iya mbak benar sekali, namun pasien telah tiga hari yang lalu meninggal.”
“kalau boleh tau, emangnya dia sakit apa mbak?”
“mohon maaf saya kurang tahu. Silakan anda menemui dokter Tony saja. Beliau ada di ruangannya sebelah sana.” Receptionis menunjukkan tempat dokter Tony.
“baiklah, terima kasih.”

Langkah demi langkah Aisyah berjalan, detak jantungnya semakin cepat berdetak karna dia akan mengetahui segalanya dari sini.
“permisi dok, boleh saya masuk.” Sapa Aisyah.
“oia silakan masuk, ada yang bisa saya bantu?” sambut dokter Tony hangat.
“begini dok, saya mau tahu informasi tentang meninggalnya pasien atas nama Dimas Atmadja.”
Sang dokter terkejut seraya tersenyum.
“kebetulan sekali anda kesini. Saya sudah lama menunggu kedatangan anda.”
“apa maksud dokter menunggu kedatangan saya.”
“tunggu sebentar,” dokter mengambil sebuah amplop yang dia simpan di dalam laci nya.
“ini dari Dimas,” dokter Tony memberikan amplop itu kepada Aisyah.
“apa ini dok?” tanya Aisyah heran.
“saya tidak tahu, sebelum Dimas pergi dia menitipkan itu untuk anda.”
Tanpa berfikir lama Aisyah langsung membuka amplop tersebut dan di dapati sebuah flashdisk di dalam nya. “flashdisk? Untuk apa?” guraunya dalam hati.
“maaf dok, boleh saya pinjam labtopnya sebentar?”
“oia, silakan..”
“terima kasih dok.”
Perlahan Aisyah menamcapkan flashdisk ke dalam labtop yang dia pinjam dari sang dokter. Di dapatinya sebuah video yang berdurasi sedikit hanya beberapa menit saja. Tanpa enggan berfikir, Aisyah langsung menekan play pada video tersebut…….

“Haii.. sayang apa kabar? Aku berharap kamu akan selalu baik-baik saja disana. Selamat ya karna kamu sudah berhasil melewati hari tanpa adanya aku. Aku harap seterusnya akan seperti itu. Mulai saat ini terbiasalah untuk jalani hari tanpa hadirnya aku di dalam hidupmu. Mungkin saat kamu menonton video ini aku sudah pergi jauh meninggalkanmu, karna Tuhan telah memanggilku. Tapi tidak dengan cinta ku. Cinta ku akan selalu hidup di dalam hatimu, begitu juga cinta mu. Aku tidak tahu harus mengatakan apa padamu, semua terasa begitu sulit untukku. Maaf ya, aku telah banyak berbohong padamu. Sebenarnya aku mengidap penyakit kanker paru-paru dan dokter Tony bilang bahwa hidup ku tidak akan lama. Tapi setidaknya di akhir sisa hidup ku Tuhan masih sempat mengijinkan ku untuk memiliki mu. Kamu tau? Aku begitu sangat menyayangimu, rasanya aku tidak ingin berpisah. Tapi apa daya ku, Tuhan telah berkehendak lain. Aku ingin bercerita sedikit padamu. Hidup ku begitu kelam, banyak derita yang aku jalani dalam hidup ku dan tak ada satupun orang yang tau. Dalam keputusasaan menjalani hidup. Tuhan mengirimkan mu untukmu, sekedar memberi warna sebelum pada akhirnya aku pergi. Kau tau? Hadirmu bagaikan sebuah pelangi dikala hujan yang redup. Kau memberikan warna dalam hariku, setitik cahaya terang di saat gelap mulai menyelimuti hidup ku. Terima kasih untuk segalanya. Setelah kepergian ku. Aku mohon kamu jangan bersedih. Please don’t cry honey!!! Aku tidak mau melihat setetes air mata pun jatuh dari mata indah mu. Yang aku mau, kamu harus tetap tersenyum, karna senyuman itu yang telah mampu mengubah hidupku. Terus melangkah melanjutkan hidupmu, jangan pernah menyerah percaya aku selalu di sisi mu.
Kau tau aku begitu sangat menyayangi kamu. You are the only one in my heart, now,
today, and forever. I love you…….
Aku rasa sudah cukup aku bercerita. Maaffin aku ya, jangan bersedih, senyum dong….
Mungkin di dunia ini aku tidak bisa memiliki mu. Aku akan menunggu mu di surga dan akan aku pastikan aku akan memilikimu sepenuhnya. Selamat tinggal sayang. Aku sayang kamu….”

Setelah melihat video itu. Aisyah menangis terseduh – seduh, sekencang – kencangnya. Dia tak mampu menahan air mata yang telah membendung di kelopak matanya. Dalam hatinya mengatakan ada penolakkan atas takdir yang telah terjadi.
“menangislah jika itu bisa membuat anda merasa lebih baik,” dokter Tony mencoba menenangkan Aisyah.
“kenapa semua ini bisa terjadi, kenapa dok? Tuhan itu tidak adil…”
“jangan bicara seperti itu. Tuhan selalu memiliki rencana lain di setiap rencana hamba-Nya. Percayalah bahwa Tuhan akan memberikan hikmah-Nya di balik semua ini.”
Air mata Aisyah terus mengalir seakan tak ingin berhenti ketika dia meratapi orang yang sangat dia cintai telah pergi. Namun begitulah hidup, kita sebagai manusia hanya mampu berencana namun yang menentukan rencana adalah restu sang Ilahi. Kematian bukanlah sebuah tabu yang harus di sesali karna cepat atau lambat kita semua juga akan pergi menghadap sang Ilahi.

Setelah beberapa saat kemudian Aisyah mulai tenang…
“dok, saya ingin bertanya?”
“iya, silakan.”
“sejak kapan Dimas mengidap penyakit kanker paru-paru?”
“itu sudah lama sejak dia masih duduk di bangku SMA.”
“selama itu dokter?” ujar Aisyah tak percaya.
“iya. Memangnya Dimas tidak pernah menceritakan semua ini padamu?”
“tidak dok.”
“hmm.. dasar anak itu ya.” Keluh dokter Tony.
“kenapa dok?” ujar Aisyah tak mengerti.
“sebenarnya dia itu?”


TO BE CONTINUE…………….


Quotes :

"Mencintai seseorang itu bukan berbicara yang baik dapat yang baik dan buruk dapat yang buruk pula. Cinta itu bercerita tentang bagaimana cara kita menerima orang yang kita cintai, baik buruknya itu bagaimana cara kita menciptkan keajaiban dalam suatu hubungan. Karna setiap orang memiliki sisi kekurangan dan kelebihannya, jika kamu hanya melihat orang dari sisi buruknya saja, maka kamu tidak akan pernah bisa menciptakan keajaiban itu."
- Riyan Autogenestic


Follow :
- IG                : @riyan.26
- LINE            : @dsv26
- TWITTER    : @rian_dasilvaid
- FB                : riyan autogenestic


Terima kasih buat yang sudah baca, di tunggu ya kelanjutan kisahnya - see you....


Sabtu, 07 Mei 2016

Never Give Up


Dalam perjalanan hidup tidak selalu mengajarkan kalian tentang keberhasilan, ke gagalan itu pasti ada dalam setiap usaha yang kita lakukan. Begitu juga dengan hari ini (pengumuman hasil UNBK) bagi kalian yang nilainya belum maksimal jangan pernah menyerah, tetap semangat ke depannya. Kegagalan terbesar dalam hidup adalah ketika kekagagalan itu membuat kalian berhenti. Kegegalan adalah awal dari keberhasilan yang tertunda jadi jangan patah semangat. Tekan kan dalam hati kalian. hari ini biarkan menjadi cerita sedih tapi hari esok kamu harus mengukir cerita bahagia dengan menebus kegagalan kalian di masa depan. Belajar lah dari anak kecil yang hendak belajar berjalan, mereka berdiri dan terjatuh, begitulah seterusnya. Mereka pantang menyerah hingga akhirnya mereka bisa berjalan. Hal itu yang harus kita contoh. Jangan pernah menyerah sebelum semuanya berakhir, selama nyawah masih di kandung badan. Akan selalu ada harapan untuk kita. Percayalah satu hal bahwa di setiap kegagalan akan ada hikmah yang terkandung di dalamnya, percayalah Allah tidak akan mengingkari hamba yang taat kepada-Nya. Dan buat kalian yang nilainya bagus jangan pernah merasa bangga dan sombong, jangan lupa untuk bersyukur atas karunia yang kalian dapatkan. Pertahankan hal itu untuk memacu kalian memberikan yang lebih baik ke depannya.

Buat teman-teman ku yang saat ini lagi galau, gunda dan gelisah karna mendapatkan nilai UNBK yang belum maksimal jangan pernah kecewa atas apa yang kalian dapatkan. Bercermin dan lihatlah diri kalian, itu adalah hasil jerih payah kalian, itulah jawaban dari perjuangan kalian. lalu hal apa yang perlu kalian sesali? Tidak ada, karna semua hanya akan sia-sia saja percuma, tidak ada gunanya.

Aku hanya bisa tersenyum seraya menggeleng-gelengkan kepala. Ketika melihat status teman-teman di sosmed atau yang curhat langsung. Mereka menyesal, marah, kecewa, kesal, dll. Mereka merasa tidak puas dengan apa yang mereka dapatkan. Melihat itu semua aku Cuma bisa bertanya dalam anganku “ngapain kayak gitu itu? Kalian menyesal sampek kalian nangis darah pun apa bisa mengubah apa yang telah terjadi? Kalau menyesal bisa merubah nilai, pastinya aku akan melakukan hal sama.”
Sudahlah terima apa adanya, cara terbaik untuk menghadapi semua ini yaitu dengan menerima dengan ikhlas, berlapang dada akan rezeki yang diberikan Allah. Karna memang itulah yang diberikan Allah kepada kita. Manusia hanya bisa berencana, tapi Allah lah yang menentukan takdir kita. Jadi tenang aja, Allah lebih tau mana yang terbaik untuk kita Dia maha segalanya, percaya dan serahkan semua pada-Nya. Karna hidup dan mati kita hanyalah pada-Nya. Lalu hal apa yang perlu kalian takutkan?

Nilai jelek, kurang maksimal itu bukan akhir dari segalanya. Jadi please jangan lebay!!!!
mungkin saat ini diantara kalian ada yang membantah “kamu enak hanya bisa ngomong, coba kamu di posisi ku.” Di sini aku bukannya sok tau, Cuma aku mau membantu menyadarkan jalan pikiran kalian yang salah. Kalian dapat nilai jelek menganggap bahwa seakan semua telah berakhir, dari pada kalian menyesali semuanya mending kalian membuat planning kedepannya untuk melakukan hal yang lebih baik. Ingat? Integritas seseorang tidak hanya di ukur dengan nilai UNBK. Masih banyak hal lain yang bisa kalian lakukan untuk membuktikan bahwa kamu itu bisa, dan kamu itu lebih baik. Jangan biarkan orang lain merendahkan mu hanya karna kalian mendapat nilai yang kurang maksimal. Buktikan bahwa kalian itu lebih baik, tekan kan dalam hati. Hari ini kalian boleh bersedih, tapi hari esok kalian harus menulis cerita bahagia kalian.

Ayolah semangat-semangat…..
jangan jadikan hal ini membuat kalian terpuruk dan berhenti. Dunia itu selalu berputar, akan ada hari dimana kamu akan tersenyum bahagia. Namun itu pilihan, kamu akan berhenti dengan cerita sedih mu atau kalian akan bangkit dan merubah cerita sedih itu menjadi sebuah cerita bahagia. Itu pilihan, karna dalam hidup selalu memiliki pilihan tergantung kita mau mengambil pilihan itu atau tidak. Allah selalu mempunyai jalan sendiri untuk hambanya, karna Allah tidak akan pernah salah memberikan rezekinya kepada hamba-Nya. Jangan pernah marah kepada Allah akan takdir yang kalian terima. Semua problematika selalu ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Tergantung kita melihat hal itu dengan mata hati nurani kita, atau dengan perasaan hati yang sempit karna terbakar amarah sebuah rasa penyesalan. Rasa marah, kecewa, menyesal adalah perasaan risau yang di taburkan setan di dalam hati kita, agar kita menolak akan takdir yang telah di tetapkan Allah kepada kita. Istigfar dan sadarilah bahwa Allah maha pengasih dan lagi maha penyayang, Allah lebih tau atas apa yang kita ketahui dan lebih tau atas apa yang kita butuhkan.

Namun realita dan ekspektasinya adalah ketika kalian mendapatkan nilai bagus kalian akan memamerkan nilai kalian, dengan bangga memaparkan nilai tersebut di sosmed. Coba nilai kalian tidak maksimal? Apa kalian akan melakukan hal yang sama? Aku rasa tidak. Mungkin kalian hanya akan diam, terbungkam dengan rasa penyesalan. Disini bukannya aku menyindir kalian yang mendapat nilai bagus tapi cobalah bersikap dewasa dengan bertoleransi kepada teman kalian yang belum beruntung seperti apa yang kalian rasakan. Nilai bagus cukup katakan “Alhamdulillah” di dalam hati. Biarkan hanya Allah yang tau akan rasa bahagia dan rasa syukur yang kalian rasakan.
Pemenang sejati bukan mereka yang mendapat nilai bagus, tapi pemenang sejati adalah mereka yang gigih melawan setiap rasa sakit yang mereka rasakan. Dimana mereka selalu siap bangkit ketika terjatuh, terus bangkit hingga keberhasilan itu di raihnya itulah pemenang sesungguhnya. Jika kalian sekarang bersedih menyesali semua yang telah terjadi, berdiam diri tanpa mau melakukan perubahan. Silakan kalian menjadi pecundang sejati yang akan terus berjalan di belakang orang lain sebagai bayangan semu yang selalu di remehkan. Tapi jika kalian ingin menjadi pemenang sejati yang mampu di akui oleh orang lain, silakan bangkit dan lakukan perubahan. Tinggalkan kesedihan kalian hari ini, bangkit dan buatlah planning kedepannya. “apa yang harus aku lakukan sekarang untuk masa depan?” hal itu yang harus kalian pikirkan, tanyakan pada hati kalian. dan ketika kalian hendak akan berhenti, ingatlah satu hal bahwa orang tua kalian di depan Sana menunggu cerita bahagia kalian. kalian adalah harapan orang tua, pundak masa depan orang tua, jika kalian gagal bagaimana dengan orang tua kita? Jadikan senyuman mereka sebagai penyemangat yang akan membuat kalian terus maju. Menyesal dan bersedih bukan pilihan kalian saat ini, tapi bangkit dan melakukan perubahan adalah pilihan yang harus kalian jalani. Lakukan yang terbaik untuk orang tua, dan masa depanmu yang cerah gemilang.

Katakan kepada orang tua kalian “Pa-Ma, maafkan aku belum bisa membuat kalian bangga, maaf karna telah membuat kalian kecewa. Inilah batas kemampuan ku, dan ini usaha yang bisa aku lakukan. Hari ini aku boleh membuat kalian kecewa, tapi di hari esok aku janji akan membuat kalian bangga kepadaku.”

katakan itu kepada orang tua kalian dengan perasaan yang tulus. Aku rasa sebagai orang tua, mereka akan mengerti tentang perjuangan anaknya yang telah di jalani begitu berat. Kalaupun orang tua kalian marah, jangan pernah membantah. Terima semua dengan lapang dada. Jadikan itu motivasi untuk kalian berusaha menjadi lebih baik, di lain waktu ubahlah amarah orang tua itu menjadi sebuah pujian bangga terhadap kalian, maka di situlah kebahagian sejati yang kalian rasakan bersama orang yang kalian sayangi.

Mungkin Cuma itu aja yang bisa aku share buat kalian, semoga bisa bermanfaat dan sedikit memberikan kelegaan terhadap rasa hati yang membelenggu kalian. Ingat, jangan pernah menyerah. Selalu ada jalan untuk kalian yang tidak mau menyerah, ini bukanlah akhir dari segalanya. Ini adalah awal tantangan untuk kalian menuju kebahagian sejati. Dan terakhir aku pesan kan buat kalian.

“ketika jalan hidup kalian tidak berjalan seperti apa yang kalian harapkan, maka disitu lah Allah tau bahwa kalian orang yang luar biasa. Maka dari itu Allah memberikan jalan yang berbeda, penuh tantangan untuk kalian, jadi jalannya tidak biasa. Karna Allah tau, kalian adalah orang yang luar biasa.”

By: Riyan Autogenestic



Line : @DSV26
IG : @Riyan.26

Minggu, 03 April 2016

Obat Penenang UNAS!!!


Sudah siap untuk mengerjakan UNAS? Berapa persen persiapan kalian untuk menghadapi UNAS?
Aku rasa semua pertanyaan itu yang bisa menjawab adalah diri kita sendiri.
Namun, bila di lihat dari celotehan teman-teman yang mereka curahkan di sosmed, banyak yang belum siap untuk menghadapi UNAS. Terkadang aku bertanya pada anganku. Sebenarnya apa yang salah dari semua ini? Kenapa UNAS begitu sangat di takuti, sehingga kita seakan di buat depresi karnanya.

Ujian Nasional (UNAS) bukan lah hantu yang harus kalian takutkan. Bukan lah sebuah akhir dari perjalanan. Tapi UNAS adalah langkah awal untuk membawa mu ke pintu kehidupan yang sebenarnya. Setelah ini kita akan di hadapkan pada kehidupan yang sesungguhnya dimana masing-masing setiap individu  sibuk mencari jati diri mereka masing-masing. UNAS bukanlah langkah akhir, justru itu adalah suatu lompatan bagimu untuk berada di jalan yang semakin sulit dalam meraungi kehidupan.

Untuk teman-teman yang merasa belum siap menghadapi UNAS, tolong pikirkan dan
renungkan ini baik-baik :

UNAS apa yang kalian takutkan dari UNAS. Bukan kah sebelum ini kita sudah pernah merasakan apa itu UNAS. Saat SD kelas 6, kita di pertemukan dengan UNAS. SMP kelas 9 kita pun di pertemukan kembali dengan UNAS. Dan sekarang di kelas 12 SMA/SMK kita di hadapkan lagi dengan UNAS.
Jika demikian apa yang membuat kita harus merasa takut menghadapi UNAS lagi? Bagi orang yang berfikir UNAS bukan lah sebuah tabu yang harus kalian takutkan. Sebelum ini, kita sudah pernah mengerjakan UNAS dua kali. Lalu kenapa kalian masih saja merasa takut? Pikirkan itu baik-baik.

Tanyakan pada diri kalian sendiri, apa yang membuat kalian merasa takut? Pasti angan kalian akan menjawab, aku tidak bisa mapel ini, aku belum siap, aku merasa bodoh, aku tidak bisa di bidang ini, aku takut nilai ku jelek, dan lain sebagainya. Begitu banyak ketakutan yang kalian kawatirkan. Hal itu lah yang terjadi di dalam diri kalian. Semakin banyak hal yang kalian kawatirkan maka semakin besar pula ketakutan yang akan tumbuh dalam diri kalian. Dalam sebuah buku yang berjudul “The Magic Of Thinking” dalam buku itu mengatakan bahwa apa yang terjadi di dalam hidup kita adalah hasil dari apa yang kita pikirkan. Maksudnya adalah apa yang kita pikirkan itu lah yang akan terjadi dalam kehidupan kita. Ketika kalian berprasangka buruk atas masa yang akan datang. Misal seperti ini. Kalian berfikir takut nilai kalian jelek setelah mengerjakan UNAS. Maka itu lah yang akan terjadi nanti. Karna hal itu adalah hasil buah pemikiran kalian sendiri. Di dalam otak kita ada dua kubu. Kubu positif dan kubu negatif. Kubu negatif akan melaksanakan pemikiran yang jelek-jelek tentang diri kalian misalnya kalian berfikir UNAS besok sulit, maka kesulitan yang akan kalian hadapi. Sedangkan kubu postif akan melakukan hasil pemikiran yang baik-baik. Misalnya kalian berfikir UNAS besok mudah, maka niscaya dengan rahmat Allah, Allah akan melapangkan hati dan pikiran kalian dan jalan kalian akan di permudah dalam mengerjakan UNAS.

UNAS bukan bercerita tentang siapa yang mendapatkan nilai yang baik hidupnya akan nyaman. Bukan pula mereka yang mendapat nilai bagus dia lah yang akan sukses. Bukan itu makna dari UNAS. Tapi Unas hanya lah sebuah simbol kelulusan, simbol bahwa masa kita di sekolah telah berakhir. Ini lah garis akhir kita di bangku sekolah. Jangan pikir mereka yang mendapat nilai yang bagus mereka yang akan sukses? Mereka pemenangnya, bukan itu ceritanya. Tapi pemenang sesungguhnya adalah mereka yang siap berjuang dan berusaha sampai mereka meraih apa yang mereka impikan yaitu kesuksesan. Jadi sekali lagi aku ingatkan. Jangan pernah takut menghadapi UNAS. Jalani dengan keyakinan hati bahwa kita ini luar bisa. Tekan kan itu dalam hati!!
Sebelum ini kita juga sudah pernah menjalani UNAS maka percayalah pada diri kalian sendiri. Kalian itu adalah makhluk Allah yang di ciptakan sangat sempurna, kalian cerdas, kalian berakal. Lalu apa yang membuat kalian ragu?
Percaya lah pada diri kalian, kalian bisa. Mungkin memang mudah bagiku untuk berkata seperti ini dalam tulisan sederhana ini, tapi faktanya yang ada memang seperti itu. Aku berbicara atas fakta, karna aku pernah mengalami hal ini.

Aku akan berbagi cerita sedikit tentang pengalaman ku di masa lalu. Secara singkatnya seperti ini :

Dulu  ketika aku lulus dari SMP nilai nem ku hanya 32. Sedangkan sekolah yang tak pengen nilai terendah nem yang di minta pihak sekolah adalah 36. Saat itu aku sangat marah, merasa kecewa dengan apa yang aku dapatkan. Seperti yang sekarang kalian rasakan. Disaat itu begitu banyak kekawatiran yang aku takutkan. Aku takut gak bisa sekolah di negeri, aku takut membebani orang tua, dll. Akhirnya wali kelas ku berkata seperti ini.
“Yang menentukan kamu bisa masuk sekolah yang kamu mau bukan nilai nem mu, melainkan atas ijin Allah. Karna ketika Allah sudah meridhoi segala apapun yang tidak mungkin di dunia ini akan menjadi mungkin. Dia lah (Allah) yang maha kuasa atas segalanya.” Lalu beliau menasehati ku untuk terus berdoa, banyak bersedekah dan melakukan sholat malam. Saran dari beliau aku lakukan. Dan pada akhirnya dengan keyakinan yang aku percaya Allah menjawab semua doa ku. Aku di terima di sekolah yang begitu sangat aku inginkan.
ini bukan hanya sebuah cerita tapi ini benar-benar terjadi dalam kehidupan ku. Karna ketika kita yakin kepada Allah dan merasa bergantung kepada-Nya maka niscaya Allah tidak akan mengecewakan hamba-nya.

Dari pengalaman ku di atas aku ingin berbagi ke kalian. Bahwa segala sesuatu tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Ketika Allah berkata “Kun Fayakun” maka jadilah apa yang Dia kehendaki. Lalu apa yang membuat kita ragu dengan segala kekuasaannya. Kita hidup di dunia ini tidak sendiri. Ada Allah yang selalu setia mengawasi kita tanpa henti, tapi terkadang kita sendiri lah yang melupakannya. Jika Allah ada di dalam hati kalian, maka rasa takut itu tidak akan pernah ada. Karna Allah akan menjaga hati kalian.
Ingat lah satu hal, rasa takut yang saat ini kalian rasakan adalah perasaan was-was yang di tebarkan setan kedalam hati kalian. Setan menggoda hatimu dan juga iman mu agar kamu merasa ragu-ragu, takut bahkanmerasa tidak percaya dengan kemampuan mu sendiri sehingga hal itu akan membuat kamu ingkar atas kuasa Allah. Di dalam muslim sejati tidak pernah ada rasa takut/pun was-was karna sesungguhnya di dalam hati seorang muslim ada Allah yang selalu menjaga hati mereka.
Coba kita berkaca di masa lalu. Para sahabat Nabi yang berperang membela Islam mereka tidak merasa takut. Kenapa demikian? Karna mereka percaya bahwa Allah ada di dalam hati mereka dan setan tak mampu mengoyahkan iman mereka. Jika saat perang para sahabat Nabi merasa takut atau sekedar ragu-ragu untuk menebas musuhnya bagaimana bisa mereka berperang. Sama hal nya dengan kita. Jika sellau takut dengan UNAS, lalu kapan semua ini akan berakhir. Karna faktanya cepat atau lambat UNAS itu pasti akan datang. Jadi kita harus mempersiapkan diri akan hal itu. Rasa takut/ragu-ragu saat ini tidak ada gunanya. Yang ada sekarang hanyalah semangat untuk mengerjakan UNAS dan percaya diri akan kemmapuan kita masing-masing.

Mungkin setelah aku jelaskan seperti ini kalian masih menyangkal “aku tidak bisa di bidang ini, aku tidak bisa bisa mapel ini, aku belum siap UNAS, dll.” apa kalian masih akan mempertanyakan hal seperti itu? Jika demikian aku hanya bisa bilang. Rahasia Allah tidak ada yang tau. Mungkin kalian berkata kalian tidak bisa tapi kehendak Allah tidak ada yang tau. Siapa tahu ketika pengumuman kalian yang mendapatkan nilai yang terbaik. Itu bukanlah hal yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Maka dari it uterus lah berdoa meminta pertolongan-Nya karna Allah tidak akan mengabaikan hamba-Nya yang merasa kesulitan. Allah maha pengasih lagi maha penyayang. Dia tau mana yang terbaik bagi umat-Nya.

Jadi buat kalian yang masih merasa ragu-ragu, yang merasa belum siap, yang berfikiran takut nilainya jelek, takut tidak lulus, dll.
Aku hanya minta, buang semua perasaan itu dari pikiran kalian. Karna kalian tidak membutuhkan itu semua. Yang kalian butuhkan sekarang adalah ridho dari Allah atas segala kekurangan dan keterbatasan yang kita miliki saat ini. Minta lah perlindungan jiwa dan raga kita dari setan yang akan membuat kita merasa ingkar akan kuasa-Nya.
lihat lah dirimu! Kalian sudah belajar sudah 3 tahun. Apakah waktu itu tidak cukup untuk menghadapi UNAS yang hanya 6-4 hari saja. Ayolah bangkit!!! Mau sampai kapan rasa takut itu menguasai hati kalian. Mau sampai kapan rasa takut membelenggu jiwa kalian, mau sampai kapan? Bagaimana kamu bisa maju lebih baik jika mau melangkah saja kalian selalu merasa takut. Kalian sudah dewasa, Saatnya open-mind kalian. Berfikir ke depan yang cerah bukan meratapi ketakuatan yang akan datang.
Buang semua perasaan takut yang menyelimuti diri. Berdoa lah minta kepada-Nya. Karna tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak.

Dalam mengerjakan UN nanti, aku cuma berpesan tiga hal buat kalian.

1.       Berusaha

Bisa atau tidaknya kalian, jangan pernah menyerah. Lakukan sebisa yang kalian bisa jangan pernah memaksakan diri. Yang harus di sadari sebagai manusia kita memiliki keterbatasan. Jadi jangan pernah mencoba untuk sempurna yang perlu kalian lakukan hanya berusaha memberikan yang terbaik dengan batas kemampuan yang kalian miliki.
mengutip sedikit perkataan Ayah yang pernah beliau katakan padaku, beliau berkata : “UNAS itu jangan kamu buat beban, di buat enjoy aja. Lakukan sebisa yang kamu bisa sesuai dengan batas kemampuan mu. Jangan terlalu memaksa karna itu tidak baik.”

2.       Berdoa

Jangan pernah lupakan yang satu ini. Usaha tanpa doa tidak akan berarti. Doa adalah salah satu cara bahwa kita sangat mengharapkan ridho dari Allah. Doa adalah simbol bahwa kita membutuhkan Allah. Simbol bahwa kita ini lemah maka dari itu kita mengharapkan pertolongan dari-Nya. Doa memiliki kekuatsan tersendiri yang takkan mampu teranalisa oleh pikiran manusia. Oleh karna itu jangan pernah menyepelekan doa. Karna kita tidak pernah tahu rahasia yang akan Allah torehkan untuk kita.

3.       Tawakal

Tawakal adalah berserah diri kepada Allah dengan keyakinan hati yang bersunggguh-sungguh. Setelah usaha dan doa telah kalian lakukan. Sisanya serahkan lah pada-Nya. Biarkan Allah menjawab semua dengan garis takdir yang akan dia berikan untuk kita. Bertawakal kepada Allah menyerahkan segala baik dan buruknya kepada Allah. Ketika doa-doa kalian di kabulkan oleh Allah, maka jangan lupa untuk bersyukur begitu juga sebaliknya. Ketika segala sesuatu tidak sesuai yang kalian harapkan jangan pernah merasa kecewa dan menyerah. Satu hal yang harus kalian sadari bahwa manusia hanya bisa merencana tapi yang menentukan semua adalah Allah. Percayalah di balik semua musibah pasti ada hikmah yang Allah sembunyikan untuk kita.

Aku rasa cukup sampai disini catatanku kali ini. Aku berharap bisa bermanfaat buat kalian yang lagi galau buat ngadepin UNAS. Ingat! Jangan pernah takut dengan UNAS. UNAS itu bukan hantu yang harus kalian takuti tapi UNAS itu di jalani dengan bekal. Berusaha sebisa dan semampu kita. Berdoa agar apa yang kita inginkan di kabulkan oleh Allah setelah itu kita bertawakal kepada Allah serahkan semua pada-Nya karna Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk kita. Aku yakin jika tiga point itu bener kalian lakuin maka semua akan berjalan baik dan lancar.
Semangat buat semua yang mau menghadapi UNAS. Saling memaafkan dan saling mendoakan satu sama lain. Semoga kita bisa sukses semua di dunia-akhirat dan segala apa yang kita inginkan bisa di kabulkan oleh Allah SWT. AMINNNNNN………..


“Don’t worry guys. Everything is gonna be ok!”
SEMANGATTT!!!!!!!

By : Riyan Autogenestic

Kamis, 17 Maret 2016

Menebus Dosa Di Masa Lalu


Dear, my heart……

“Cinta? Apa yang mereka pikirkan tentang cinta? Orang bilang cinta itu indah, tapi kenapa hanya luka yang ku rasa? Cinta adalah rasa bahagia yang diberikan oleh seseorang yang kita sayangi, tapi nyatanya selalu air mata yang dia berikan untukku?
apakah sekejam ini yang dimanakan cinta? Dan harus sesakit inikah aku mencintaimu?
Aku terus berjalan dengan jalanku sendiri, tidak menghiraukan apa kata orang. Biarkan orang lain berkata apapun tentang ku, tentang  mu dan tentang rasa ini, namun hanya satu hal yang aku tau. AKU SAYANG KAMU, dan akan terus aku pertahankan sampai tiba waktunya Tuhan mempercayakan ku untuk menjaga ragamu dan hatimu.”


“kriinnggg, kriinnggg…..” suara jam wecker berdering, mencoba membangunkan ku dari lelap tidur ku.
“Saskia, ayo bangun sayang. Udah siang ini, nanti kamu telat ke sekolah lo,” ujar mama membangunkan ku.
“ia bentar ma. Ini udah bangun kok.”


Beberapa menit kemudian, Saskia telah siap untuk pergi ke sekolah.

“ingat ya sayang, hari pertama di sekolah baru harus semangat, dan gak boleh bantah kakak senior di kelasmu,” nasehat mama.
“iya-iya ma, udah tau kok. Yasudah aku tak berangkat dulu ma. Ujar Saskia seraya mencium mamanya.
“hati-hati di jalan sayang, ingat pesan mama.”
Saskia hanya tersenyum seraya melangkahkan kakinya untuk pergi kesekolah barunya.


Sang mentari bersinar dengan anggunnya, hari yang cerah untuk memulai hari yang baru. Saskia melangkah kan kakinya untuk memasuki sekolah barunya, kedua bola matanya mulai berputar-putar mencari kelasnya, dan akhirnya ketemu.
perlahan dia memasuki kelas barunya, di pandangnya wajah-wajah baru yang belum pernah dia temui sebelumnya, membuatnya merasa canggung saat berada di tempat itu.
Selang beberapa saat kemudian, masuk tiga kakak kelas yang menjadi PK (pembimbing kelas). Terdiri dari satu cowok dan dua cewek.


“selamat pagi adek-adek,” sapa salah satu senior.
“selamat pagi kak,” jawab mereka dengan serentak.
“pertama-tama, kakak maungucapin selamat buat kelulusan kalian semua dan selamat datang di sekolah baru kalian,” ujar kakak senior.
“oia sebelum kita membahas lebih lanjut tentang kegiatan hari ini, kakak akan memperkenalkan diri dengan rekan-rekan kakak yang ada dibelakang ini.
Perkenalkan nama kakak, Brian, ini kak Debby, dan yang satunya lagi kak Afi, say hello dong buat kakak-kakaknya yang di depan ini.”
“hai kak Debby, hai kak Afi,” sapa mereka dengan serempak.
“oke, selanjutnya kita bakal milih diantara kalian buat jadi pengurus kelas. Pertama siapa yang mau jadi ketua kelas?”
untuk sesaat suasana menjadi hening, saling memandang satu sama lain tanpa ada yang berani untuk mengajukan diri.


“kalo gak ada yang mau, kakak tunjuk lo ya?”
seketika suasana menjadi seperti pasar, saling bersuara menunjuk temannya untuk mejadi ketua kelas. Akhirnya terpilih Dimas yang menjadi ketua kelas.
“oke, ketua kelas sudah ada sekarang tinggal wakilnya, siapa yang mau?”
suasana pasar kembali gemuruh, tapi kali ini tidak ada yang mau untuk menjadi wakil ketua kelas.”
oke, karna gak ada yang mau jadi biar kakak yang pilih.”
tiba-tiba suasana menjadi tegang karna takut dipilih menjadi wakil ketua kelas.
“nah itu tuh kamu duduk di pojok, ayo maju.”
“saya ta kak?”
“ iya kamu dek, ayo maju.”
“loh kok aku seh kak.”
“gak, aku gak mau.”
“loh harus mau, harus nurut sama perintah kakak senior.”
“dengan wajah bete, adek kelas tersebut maju ke depan.”
“ayo perkenalkan diri kamu ke temen-temen yang lain.”
“gak mau, aku malu lo kak.”
“ayo cepet, jangan bantah.”
“iya-iya, perkanalkan namaku Saskia dari SMP tunas bangsa, sudah kan kak?”
“loh masih belum, sebutin juga pin bb sama alamat rumah?”
“buat apaan?”
“jangan bantah, ayo sebutin.
“alamat rumah, jl. Soekarno no.18. Pin: 2a6a18aa.”
“tuh yang cowok-cowok pada nulis semua, inget dek pacar dirumah,” celoteh Brian.
sekita suasana candaan itu membuat seisi kelas tertawa, dan suasana menjadi cair.
“yasudah, kamu boleh duduk. Eh? Tunggu bentar.”
“apa lagi?”
“itu kukunya besok dibersihin ya, di peraturannya kan jelas. Gak boleh pakek warna kuku. Kuku kok di warnaiin, niat sekolah apa mau kondangan?” celetus Brian yang membuat Saskia semakin merasa jengkel.
“iya!!!!” jawab Saskia sebel.


Tanpak telah sore, setiap siswa bergegas untuk pulang kerumah masing-masing.

“assalamualaikum,” salam Saskia.
“wa’alaikum salam, eh anak mama sudah pulang,” sahut mamanya dari dalam rumah, perlahan mendekatinya.
“loh, wajahnya kok bete gitu, kenapa?”
“Saskia sebel Ma!”
“sebel kenapa sih, masak hari pertama udah manyung gini. Sini coba cerita ke mama, ada apa?”
“tadi itu disekolah kakak seniornya ngeselin banget tauk gak Ma!!”
“emangnya dia ngapain kamu, kok sampek sebegitu betenya kamu sama dia.”
“masak ya, aku dipilih jadi wakil ketua kelas, terus di ledekin di depan temen-temen, di omellin lah karna kuku ku yang berwarna. Sumpah tuh orang ngeselin banget ma,” jelas Saskia dengan keselnya. Mamanya hanya tersenyum melihat tingkah laku anaknya seperti itu.
“sini-sini anak mama yang manis, wajar dong senior seperti itu. Kan dia seperti itu juga buat kebaikkan mu, dia hanya melaksanakan peraturan yang ada sayang,” ujar mamanya memberi pengertian.
“tapi gak gitu juga Ma, pokoknya aku benci-benci sama kakak itu.” Ujar Saskia dengan sebel.
“huss!!, gak boleh ngomong kayak gitu. Nanti kamu jatuh cinta sama dia gimana hayoo?” goda mamanya.
“apa? Suka sama dia? Gak mungkin lah Ma, aku suka sama cowok songong kayak gitu.”
“yasudah, cepet mandi gih biar seger, biar gak bete lagi.”
“iya Ma,” sahut Saskia.
Saskia meninggalkan mamanya untuk membersihkan diri.


Hari telah pagi, sang mentari mulai menampakkan sinarnya. Dinginnya angin malam, kini telah berganti sendunya angin di pagi hari. Kini waktunya bagi Saskia untuk memulai harinya kembali, dengan perasaan yang penuh harapan besar, dia pergi kesekolah. Dia hanya berharap satu hal: “semoga hari ini menyenangkan tanpa kakak kelas yang sok songong itu, amin.” Gerutunya dalam hati.

#DI KELAS ↓

“selamat pagi adek-adek,”  sapa Brian.
“”pagi kak……..” jawab siswa baru dengan serentak.
“gimana, sudah pada sarapan belum?”
Diantara mereka ada yang menjawab sudah, dan sebagian ada yang menjawab belum.
“semangat ya buat hari……” ujar kak Brian memberi semangat.
Disudut pojok, Saskia hanya memandangi Brian dengan perasaan ilfil, di dalam hatinya dia menggerutu. “sok care banget jadi orang.”


Hari berjalan seperti pada porosnya, tiap detik, menit, dan jam terus berlalu. Brian dengan semangat membimbing adik kelasnya, menerangkan jika ada yang tidak di mengerti, dan sesekali memberikan nasehat atau bercanda bareng mereka. Tanpa sadar, diam-diam Saskia memperhatikan setiap tutur kata yang diucapkan, memperhatikan tingkah laku Brian yang terkadang bersikap jenaka sama anak-anak yang lain. Tersenyum-senyum sendiri seakan ada sesuatu yang terjadi. “kakak ini ternyata asyik juga, gak seperti yang tak bayangin…….”

“oke, ini materinya kan udah kelar nih, buat ngisi kekosongan, biar gak boring aku bakal tanya sesuatu ke kalian semua.”
“tanya apaan kak?”
“ini pertanyaannya buat yang cewek ya, yang cowok diem dulu. Pertanyaan ini mewakili kalian yang merasa kurang ganteng,” celotehnya.
“hahaha,” mereka hanya tertawa.
“oke, buat kalian yang cewek pilih yang mana, lebih suka cowok yang ganteng? Apa cowok humoris?”
Sebagian ada yang milih ganteng, ada pula yang lebih suka cowok humoris. Tapi kebanyakkan lebih suka cowok yang humoris.
“oke buat kalian yang suka cowok ganteng deh, apa alasannya?
“ya enak aja dilihatnya kak, gak malu-maluin juga dan bisa di pamerin ke temen-temen,” ujar mereka dengan jenaka.
“oke deh, dapat diterima. Kalo yang suka cowok humoris, apa alasannya?”
“ya, enak aja kak. Gak bosenin, bikin seneng, pokonya seru deh,” ujar mereka menyampaikan pendapatnya. Diam-diam Brian iseng bertanya pada Saskia.
“kalo kamu dek, lebih suka tipikal cowok yang mana?”
“aku lebih suka cowok yang humoris kak.”
Dalam hati Brian berseru, “alhamdulillah.”


“gini ya dek, kakak sih gak mempermasalahkan apa pilihan kalian, karna memang setiap orang itu memiliki pola pikir yang berbeda-beda. Tapi kakak mau ngasi tau ke kalian satu hal, ini diambil dari sebuah penelitian yang mengatakan. Dari 100%, 12% cewek lebih suka sama cowok yang ganteng, sedangkan 82% nya lebih suka cowok yang humoris. Kalian tau kenapa? Karna hasil dari penelitian, cowok humoris lebih banyak di pilih cewek karna mereka bisa mencairkan suasana, bisa membuat pasangannya selalu merasa happy dengan sikap humor mereka, dan itu salah satu hal penting yang bisa membuat pasangan kita tidak merasa bosan dengan kita. Sekarang coba kalian pikir pakai logika. Buat apa cowok ganteng, kan dengan terus berjalannya waktu umur kita semakin nambah, dan disitu kita akan menua, lalu kalo seperti itu apa yang akan kamu banggakan? Apa yang akan kamu rasakan? Gak ada dek. Semuanya akan terasa hampar, hanya rasa penyesalan yang akan kamu rasakan. Kalo boleh kakak saran mending lebih memikirkan sesuatu hal yang bisa membuat mu bahagia, ikuti kata hati nurani jangan hanya mengikuti egoisme kalian, karna itu tidak ada gunanya dek,” ujar Brian memberikan penjelasan kepada adik-adiknya. Suasana menjadi tenang, seakan mereka memikirkan suatu hal yang penting untuk mereka. Brian memandangi jam tangannya, waktu menunjukkan waktu pulang.
“yasudah dek, kakak rasa cukup sekian untuk hari ini, semangat ya buat LOS terakhir besok.”
“siap kak!!!!” ujar mereka seraya melangkahkan kaki untuk pulang.

#LOS HARI KE-3 ↓

“pagiii dekk…..” sapa Brian dengan semangaattt.
“pagii kaakkk.”
“semangat ya untuk hari terakhir LOS nya.”
Mendengar kata-kata itu, Saskia termenung di tempat duduknya, dia merasa tidak rela kalau hari ini LOS nya akan berakhir. Perasaannya kacau seakan ada sesuatu yang hilang dalam harinya.
“hari ini, hari terakhir LOS, mungkin aku tidak akan bertemu lagi dengan kak Brian.” Ujarnya dalam hati.
“duhh!!! Mikir apa sih aku,” Saskia mencoba menepis perasaannya.


Waktu terus berlalu, saat-saat yang dikawatirkan Saskia pun telah datang.

“oke adek-adek, sebelum kalian pulang kita bertiga disini mau ngucapin makasi banyak buat kerjasamanya selama tiga hari ini, dan kakak disini minta mau maaf ya, kalo ada salah ke kalian semua,” ujar Brian.
“iya kak, sama-sama,” jawab mereka serempak.
“sebelum kalian pulang, kita foto-foto dulu ya.”
Seketika suasana heboh bagaikan pasar, para peserta LOS sibuk berfoto sama teman-teman yang lain, bersama kakak-kakak PK nya atau bahkan ada yang selfi-selfi sendiri.
“dek, kamu gak mau foto sama aku ta? Haha,” canda Brian pada Saskia.
Saskia hanya diam di bangkunya, dia enggan berdiri karna hal itu dikiranya hanya sebuah lelucon belaka.
“sini dek, aku pengen foto bareng sama kamu.”
Kali ini Brian bersungguh-sungguh, dan akhirnya mereka foto bareng.


Hari telah sore, Brian bergegas pulang, dengan kecepatan sedang, dia melaju bersama motornya. Sesampainya di rumah, dia membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. Dia membuka ponselnya, di dapati fotonya bersama Saskia yang membuatnya tertawa kecil, tanpa di sadari, dia terus memandangi foto itu yang membuat sesuatu terjadi di dalam hatinya. “sendainya dia tau?” serunya dalam hati.

Hari telah pagi. Sang mentari menghapus dinginnya malam berganti dengan hangatnya cahaya senja di pagi hari. Brian telah siap untuk berangkat sekolah.
“mungkin hari ini akan berbeda dari yang kemarin, senyuman itu? Mungkin tidak akan pernah aku lihat lagi,” ujarnya dalam hati.

Setibanya di sekolah dia bertemu dengan sebagian adek kelas yang dia jaga ketika Los. Menyapanya dengan hangat seakan membuatnya lebih bersemangat. Dia mencoba memutar bola matanya, sejauh ia memandang tidak dia temukan seseorang yang dia cari.
“ah sudalah, tidak terlalu banyak berharap.” Melangkah maju menuju kelas.


Sendunya malam kembali datang, hembusan angin malam yang dingin seakan ingin menyampaikan pesan rindu untuk seseorang. Brian berdiam diri di dalam kamar bersama gitar yang selalu menemani dikala dia merasa sepi. Hari ini dia merasa kecewa karna tidak bisa bertemu dengan seseorang yang selalu ingin di lihatnya. Dengan lihai tanganya memetik senar gitar, bernyanyi lagu rindu yang hendak ingin disampaikan untuk seseorang. Tiba-tiba dia ingat sesuatu, secepat kilat dia menyambar ponselnya dan di dapati apa yang dia cari. Sebuah pesan lama dari Saskia ketika masih masa LOS.
“begooookkk!!! Kenapa aku gak kepikiran, ini kan pesan dari dia ketika dia tanya-tanya soal materi saat LOS dulu,” ujar Brian menyalahkan dirinya sendiri.
tanpa berfikir panjang, Brian langsung mengirim pesan ke Saskia.


“hai dek,” sapa Brian di pesannya. Berharap akan respon dari pesannya.
Setelah menunggu beberapa menit kemudian, satu pesan diterimanya. Alangkah bahagianya Brian pesannya bisa di respon oleh Saskia.
“hai juga kak.”
“masih inget aku kan ya?” canda Brian.
“masih kok kak,” balas Saskia.
“oia, kalo disekolah kok gak pernah lihat kamu ya? Kemana aja kamu, wkwk.” Candanya lagi.
“ada kok kak, kenapa emangnya?”
“gak apa kok dek, cuma pengen ketemu aja.”


Sejak saat itu, Brian dan Saskia sering bertemu di dunia maya, membuat keduanya semakin dekat dan dekat hingga sesuatu hinggap di hati keduanya.
suatu hari Brian mengajak Saskia buat jalan bareng.

“hai dek,” sapa Brian.
“hai juga kak,” sahut Saskia.
“nanti malam ada waktu kosong gak?”
“ada sih kak, kenapa?”
“hmm… kalau gak keberatan, aku mau ngajak kamu jalan,” tanya Brian ragu-ragu.
“kemana kak?”
“kemana aja yang penting sama kamu. Haha,” canda Brian.
“bisa aja kamu kak,” jawabnya tersipu.
“jadi mau gak nih?”
“hmm… boleh deh kak, dari pada boring di rumah,” ujar Saskia yang membuat seketika senyum lebar Brian.
“sip deh, nanti aku jemput jam 7 di rumah mu.”
“iya kak.”


Jarum jam terus berputar, membawa sang matahari kembali ke tempat persembunyiannya. Panasnya terik matahari hari kini berganti dengan sejuknya malam. Bersama hembusan angin, dan indahnya taburan bintang di langit, Brian melewati malam yang indah itu bersama Saskia. Berbagi canda dan cerita bersama.

Sang waktu membuat mereka semakin dekat dan dekat, hingga mereka berdua tidak bisa mengelah, bahwa mereka saling mencintai.
Ibaratkan sebuah makna kiasan “malu-malu tapi mau” itu lah yang di rasakan keduanya. Tapi dengan terus bergulirnya waktu Brian masih bertahan dalam persembunyian hatinya. Hingga pada akhirnya, rasa keberanian itu datang padanya.


“Gggrrrrr,” suara ponsel Saskia bergetar.
di lihatnya satu pesan dari Brian.
“ada apa kak?” tanya Saskia.
“gak apa kok dek, cuma mau minta saran ke kamu.”
“saran apa kak?”
“aku lagi suka sama seseorang dek, tapi bingung harus gimana? Udah sesak nih dada nahan perasaan ini terus. Haha,” canda Brian.
mendengar perkataan itu, seketika perasaan Saskia seakan kecewa, merasa harapannya akan sirna.
“iya bilang dong kak, kalau kakak suka sama dia.”
“hmm…. kamu mah enak cuma tinggal bilang, yang ngelakuin ini lo susah.”
“terus kalau kakak gak bilang, bagaimana kakak bisa tau jawaban dari perasaan kakak.”
“iya juga sih dek, jadi aku harus bilang nih?”
“iyalah, kakak cowok kan?”
“iya cowok lah, masak aku lekong. Rempong dong mbokkk. Haha,” ujar Brian dengan jenaka.
“kalau kamu cowok yang gentle dong.”
“hmm…. iya deh iya, besok aku bilang.”
“nah gitu dong! Emang siapa sih kak orang yang kamu suka?”
“kamu mau tau cewek yang aku suka itu?”
“iya kalau kamu gak keberatan ngasih tau ya gak apa.”
“iya deh, besok aku tunjukkin orangnya ke kamu.”

#BESOKNYA DI SEKOLAH ↓

Jam istirahat pertama telah berbunyi. Brian bergegas menuju ke kantin menemui Saskia.

“mana kak cewek yang kamu suka itu?” ujar Saskia menangih janji.”
“yakin kamu mau tau cewek itu?”
Saskia hanya menganggukkan kepalanya.
“sini-sini,” Brian mengarahka pandangan Saskia ke kantin.
“sekarang kamu lihat ke arah keramaian anak-anak dikantin, dia ada disana.”
“yang mana kak?” tanya Saskia.
“yang itu lo,” seraya menunjuk kearah kantin.
Sejauh mata Saskia memandang, namun ia tidak melihat cewek yang di maksud Brian.
“gak ada kak!!!”
“gak ketemu juga? Sini aku tunjukkin.”
Brian mendekati Saskia dan membisikkan sesuatu di telinganya :
“cewek itu adalah kamu, love you!!!!”
Mendengar perkataan itu, kedua mata Saskia membalak tak percaya atas apa yang dia dengar.
“kamu serius kak?” tanya Saskia tak percaya.
“iya seriuslah masak aku bohong,” ketus Brian.
“apa alasannya cewek itu kok aku?” ujar Saskia seakan menginginkan kepastian atas apa yang sedang terjadi.
“aku gak punya alasan untuk itu, yang aku tau, hatiku memilih kamu!” ujar Brian seraya menatap tajam mata Saskia.
“sebenarnya aku juga suka sama kakak,” ujar Saskia malu-malu.
“loh? Serius kamu dek?” kini Brian yang tak percaya atas apa yang dia dengar.
Dengan tersenyum manis, Saskian hanya menganggukkan kepalanya. Brian menggenggam tangan Saskia dan berkata :
“I love you dek.”
“love you too kak……”


Hari itu, menjadi hari yang sangat indah untuk keduanya. Sebuah rahasia hati telah terungkap. Sejak saat itu mereka mulai saling mengerti dan memahami satu sama lain, mencoba memadukan perasaan yang di miliki. Brian mencintai Saskia dan begitu pula sebaliknya. Sungguh akan menjadi hari-hari yang indah di kala cinta bersemi di hati keduanya.

#FIRST DATE ↓

Di dalam heningnya malam, Brian mengajak Saskia jalan. Menikmati indahnya kegemerlapan malam yang bertaburan disetiap pinggir jalan, mencoba menikmati indahnya malam sekedar tuk melepas rasa rindu yang bersemayam di dalam hati.

“gimana sekolah, lancar?” ujar Brian memulai pembicaraan.
“lancar kok kak.”
“btw, aku pengen tau deh, sejak kapan kamu mulai suka sama aku?”
“harus ya aku jawab?”
“ya harus dong, kan aku tanya. Hehe.”
“aku mulai suka kamu sejak saat hari LOS ke-2.”
“kok bisa? Perasaan gak ada tanda-tanda kalau kamu suka sama aku. Orang pas tak godain kamu jutek banget gitu, haha.”
Brian mencoba kembali di masa saat LOS.
“emang aku jutek anaknya. Tapi sumpah ya kak, kamu nyebelin banget. Sebel aku sama kamu,” ketus Saskia kesel.
“haha, iya maaf deh, kan cuma candain doang.”
“tapi itu gak lucu!” ketus Saskia.
“terus kenapa bisa suka coba?”
“yah… mungkin ini karma buat aku.”
“karma? Karma apaan coba?”
“ya karma. Karna saat pertama LOS sumpah aku juengkel banget sama kamu, kamu itu ngeselin banget tau gak, kamu itu orang paling resek yang pernah aku temuin. Brian hanya tertawa.
“lalu setelah itu?”
“ya sepulang sekolah aku cerita ke mamaku dan dia bilang :
[“awas nanti kamu jatuh cinta sama dia?”
“jatuh cinta sama orang ke dia? Gak mungkin ma, orang songong kek gitu.”]
dan akhirnya apa yang di bilang mama bener, aku ke makan omonganku sendiri.
“MAAF, AKU MENCINTAI MU kak!!!” terang Saskia.
Selepas Brian mendengar cerita Saskia, Brian hanya tertawa lebar mendengar pengakuan dari Saskia.
“kok ketawa sih, ngeselin kan,” ketus Saskia.
“haha, habisnya kamu lucu sih.”
“ketawa aja terus.” Nada cemberut.
“haha, gak kok.” Brian menyandarkan tubuh Saskia di pelukkannya.
“terus kenapa bisa suka?”
“sejak hari kedua itu, aku lihat kamu anaknya asyik gitu gak seperti biasanya yang songong. Apa lagi saat kamu cerita gitu kayak kamu udah dewasa gitu.”
Brian hanya tertawa tanpa bisa berkomentar.
“kamu tau gak, kenapa saat itu aku tanya tipe cowok mu kek gimana?”
“gak tau, emangnya kenapa?”
“pertanyaan itu sebenarnya cuma mastiin aja kalau cowok kek aku dapat tempat di hatimu.”
“kok bisa?”
“ya karna aku gak merasa ganteng mangkanya aku mastiin. Haha.”
“hmm. Dasar kamu itu.”
“hehe, tapi makasi ya.”
“makasi buat apa?”
“makasi karna kamu udah memberikan kesempatan untuk aku singgah di hatimu,” ujar Brian seraya memeluk erat tubuh Saskia.

Hari demi hari mereka lalui bersama tanpa ada ikatan yang menyatukan mereka. Berjalan dengan jalan sendiri dengan perasaan yang sama. Terkadang Saskia merasa jenuh dengan sebuah status yang tidak pasti. Apa lagi, kalau melihat Brian sama cewek lain. Hati Saskia seakan meronta melihat pemandangan yang sangat tidak ingin ia lihat, tapi apa daya, dia sadar akan dirinya yang tak memiliki hak untuk cemburu.

Waktu tak kan hanya berdiam pada porosnya, hal ini lah yang membuat keadaan semakin memburuk. Sang waktu membawa mereka berdua pada situasi yang rumit. Cinta segitiga? Itulah yang terjadi. Dalam renggang waktu yang panjang keduanya di sibukkan dengan kesibukkannya masing-masing. Saskia sibuk dengan dunianya begitu juga dengan Brian. Hal ini lah yang membuat mereka saling kurang merasakan perhatian yang biasa dirasakan, mengakibatkan mereka semakin menjauh dan jauh. Disisi lain hadir seorang wanita baru yang menarik perhatian Brian. Amel? Itu lah namanya. Amel selalu ada dan memberikan perhatian penuh pada Brian disaat Saskia tidak ada.

#DI KANTIN ↓

“hey bro, gimana hubungannmu sama amel?” tanya Vicky.
“hubungan apaan? Aku sama dia cuma temen aja.”
“halah ngaku aja deh, kamu suka kan sama dia?”
belum sempat Brian menjawab. Tiba-tiba Amel datang menghampirinya.
“ehh… Ian, nanti pulang sekolah aku bareng kamu boleh gak?” pinta Amel.
“emangnya temen mu kemana? Biasanya kan sama mereka.”
“ia hari ini dia gak masuk, jadinya aku gak ada barengannya. Boleh ya, plissss…..” ujar Amel memohon.
“oalah, oke deh kalo gitu.” Sahut Brian.

Bel pulang sekolah telah berbunyi, semua siswa bergegas untuk pulang kerumahnya masing-masing. Seperti janji yang telah di sepakati. Brian mengantarkan Amel pulang, dan sesampai dirumahnya….

“assalamualaikum,” salam Amel.
“wa’alaikum salam. Sahut seorang ibu-ibu yang tak lain adalah mamanya Amel.
“eh, Ian. Kenalin, ini mama ku.”
“selamat sore tante,” ujar Brian seraya bersalaman.
“oh… jadi ini yang namanya Brian, yang biasa kamu ceritain itu.” Goda mamanya.
“ihh.. mama! Apaan sih,” pipi Amel memerah.
“emangnya kenapa tante?” tanya Brian bingung.
“Amel itu sering banget cerita tentang kamu.”
“mama ih….” Singgung amel manja. Rasa malu tampak terlihat dari wajahnya.
Brian hanya tersenyum seraya pamit untuk pulang.
“yasudah tante, udah mau sore, saya mau pulang dulu. Assalamualaikum.”
“wa’alaikum salam, hati-hati di jalan.”
Brian hanya menganggukkan kepala seraya bergegas pergi menjauh dari rumah Amel.

Ke esokkan harinya di sekolah…

“woiii bro, gimana kemaren, sukses gak jalan sama si Amel,” goda Vicky.
“jalan apaan, orang aku cuma nganter dia pulang aja.”
“yah.. sapa tau jalan dulu kek gitu, tapi btw kamu cocok lo sama dia kenapa gak jadian aja? Betah banget ngejomblo. Wkwkw,” cetus Vicky.
“gak tau lah, pusing kepala ku,” ujar Brian seperti orang kebingungan.
“kamu itu kenapa sih? Kalo ada masalah kamu cerita dong, jangan di pendem sendiri.”
Brian hanya terdiam, di dalam hatinya dia berbisik “coba aja Saskia tau, bahkan sampai saat ini aku masih mengharapkannya.”
“woiii… yah malah bengong nih anak. Kenapa sih lo?”
“eh.. sorry. Ke kantin aja yok, laper nih,” Brian mengalihkan pembicaraan.
akhirnya mereka pun bergegas menuju ke kantin.

Setibanya di kantin, mereka langsung memesan makanan. Memilih tempat yang pas untuk menyantap makanan yang sudah ada di tangan mereka. Ketika sedang asyik menikmati makanan seorang cewek datang menghampiri. Dinda, dia adalah temen dekatnya Amel.

“hai Ian,” sapa Dinda.
“hai juga Din, tumben gak sama Amel? Biasanya kan selalu bareng.”
“dia lagi di kelas, lagi bad mood kayaknya.”
“emangnya kenapa?”
“ini ada hubungannya sama kamu.”
“aku? Emangnya kenapa coba?” Brian heran.
“sebenarnya perasaan mu buat dia itu apa?”
“emangnya kenapa?”
“dia itu tadi cerita atau bahkan sering, dia bilang “kapan ya Brian nembak aku.”
“serius kamu?”
“yaiyalah… ngapain juga aku bohong, aku ini peduli sam dia, cuma gak mau aja sahabat ku sampai jadi korban PHP sama kamu.”
Brian hanya terdiam.
“udahlah bro, gak usah mikir panjang lebar lagi. Kasian anak orang, jangan lo buat terlalu lama menunggu, satu hal yang harus kamu tau, cewek itu paling gaksuka buat nunggu, kalo pun dia rela menunggu, itu karna dia benar-benar tulus sayang sama kamu. Jadi mending saran ku sekarang, kamu samperin dia terus kamu ungkapin perasaanmu.”
“wahh… parah ni anak, emang lo pikir ngungkapin perasaan segampang itu apa?”
“kamu cowokkan?”
“ya cowok lah.”
“ya kalo lo cowok buktiin dong, yang gentle bro.”
Mendengar perkataan sahabatnya itu Brian hanya mampu terdiam. Pikirannya kacau seperti benang yang berantakan. Dua jalan yang berbeda namun harus satu yang dia pilih, dan pada akhirnya jalan yang tak pernah dia pikirkan lah yang akhirnya dia lalui.

Brian bergegas menuju taman….

“ehh.. sorry telat, tadi masih ada keperluan.”
“iya gak apa kok Ian, santai aja. Emangnya ada apa kamu ngajak aku kesini?”
“gini Mel, ada hal penting yang mau aku bilang ke kamu.”
“mau bilang apa?”
“aku suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacar ku?”
sejenak Amel terbungkam tak percaya atas apa yang dia dengar.
“kamu serius Ian? Kamu gak bohongkan.”
“buat apa juga aku bohong sama kamu, aku serius tauk, jadi mau gak nih..”
“iya aku mau….”
Sejak saat itu, mereka berdua resmi pacaran. Tak butuh waktu lama berita itu langsung membanjiri sekolah. Di  menjadi perbincangkan kesana kemari hingga sampai ke telinga Saskia.

“eh Sas, kamu udah denger gosip hari ini gak?”
“gosip apaan”
“itu gosip kak Brian yang jadian.”
“oalah itu, gak peduli bukan urusan ku juga.”
“kamu gak marah apa atau cemburu gitu?”
“buat apa aku marah, itu kan haknya dia, itu pilihannya dia. Aku gak ada hak, udalah gak perlu bahas itu di depan ku. Lagian aku percaya kok sama dia.”
“apa? Kamu masih percaya sama dia setelah semua yang dia lakuin ke kamu. Heh Sas, sadar dong, kamu itu mau aja sih di bodohin sama kakak kelas yang tukang bohong kek gitu.”
“kamu gak tau apa-apa, jadi diem aja.”
“aku heran sama kamu Sas, emangnya apa sih yang dia lakuin ke kamu, sampai buat kamu kek gini?”
“gak ada, hanya saja keyakinan hati ku berbicara begitu.”
“terserah! Emang susah ngomong sama orang yang sudah di butakan oleh cinta kayak kamu.”

Hari yang cerah untuk jiwa yang sepi, mungkin seperti itu yang dapat di gambarkan perasaan Brian saat ini. Brian meletakan tasnya  di kursi dan menghepaskan tubuhnya diatas tempat tidur.

“Ggrrr…. Ggrrr…..” handphone Brian bergetar.
di dapati handphone nya tampak satu pesan dari Saskia.
“selamat ya kak, semoga langgeng sama pacarnya yang baru,” seru Saskia dalam pesan pendeknya.
Brian hanya menarik nafas panjang, dalam hatinya bercampur rasa yang berkecamukkan, entah apa yang harus dia jelaskan ke Saskia.
“jadi kamu sudah tau? Maaf ya, aku sama sekali gak bermaksud buat ngecewain kamu.”
“aku kecewa kak sama kamu, kenapa dari awal kamu gak bilang. Kalo dari awal kamu bisa jujur mungkin aku gak akan sesakit yang sekarang.”
“aku gak punya waktu untuk jelasin ini semua ke kamu, keadaan memaksa ku melakukan semua ini. Please, aku mohon kamu percaya sama aku. Aku sayang kamu.”
“apa kamu bilang? Sayang? Kalo kamu beneran sayang aku, pastinya kamu bakal jaga perasaan mu itu buat aku. Tapi apa buktinya, kamu malah jadian sama cewek lain, apa itu yang kamu sebut rasa sayang!!”
“ya sudah lah, mungkin memang tidak ada yang perlu aku jelaskan ke kamu. Karna pada dasarnya setiap orang memiliki jalan pikiran sendiri. Dan jalan ku saat ini, gak akan pernah kamu mengerti. Aku minta maaf ya, kamu boleh marah sekarang, aku terima. Tapi yang jelas aku gak pernah bohong atas perasaan ku ke kamu,” ujar Brian memberikan penjelasan.

Brian menunggu dengan gelisah berharap Saskia akan memahami posisinya yang serba salah. Setelah lama menunggu, tak lama kemudian Saskia membalas message Brian.
“oke, aku percaya sama kamu kak. Nanti malam aku tunggu kamu di cafe pelangi di tempat biasanya. Aku ingin mendengar semua penjelasan mu.”

Jarum jam terus berputar, waktu yang di tunggu pun tiba. Di bawah langit yang bertaburan bintang, mereka bertemu.

“hei sudah lama nunggunya,” sapa Brian.”
“gak kok, barusan sampek juga.”
“mau pesan apa kamu?”
“aku terserah kamu aja.”
“okedeh kalo gitu.”

Seketika suasana menjadi hening, terdiam membisu tak tau apa yang harus dibicarakan. Semua terasa begitu berat untuk Brian ungkapkan. Menunggu seraya mengumpulkan kekuatan untuk berbicara, mengungkapkan semua kebenran yang tersembunyi. Setelah merasa cukup berani Brian pun perlahan mulai menjelaskan atas apa yang terjadi. Dimana keadaan membawanya pada suatu titik yang sangat sulit untuk di jalani. Dimana taka da seorang pun yang dapat mengerti dan memahami keadaannya. Yang mereka bicarakan atas apa yang mereka lihat tanpa mau mengerti bagaimana sulit keadaan yang aku jalani. Brian pun perlahan menjelaskan semuanya kepada Saskia.

“aku sudah menjelaskan semuanya padamu, sekarang terserah kamu. Kamu mau marah? Mau benci atau bahkan membuang perasaanmu, itu hak mu. Aku tidak akan menahan apapun darimu,” ujar Bian dengan pasrah.
“emang kamu pikir melupakan orang yang di sayang itu semudah saat kamu bicara sekarang?” sentak Saskia, namun Brian hanya terdiam.
“AKU PERCAYA KAMU kak.” Sahut Saskia yang membuat Brian terperangah.
“kamu serius dengan ini?”
aku serius!!”
“Why?”
“Cause my heart has chosen you.”


Dear, my heart….

Mulai hari ini, aku akan mengalami masa-masa dimana akan sangat sulit untuk ku jalani. Hari-hari yang penuh emosi di kala sang pelangi hati tak lagi mewarnai.
Cinta? Apa yang kau sebut cinta. Mereka bilang cinta adalah bahagia? Namun nyatanya hanya luka yang ada.
Aku sendiri, berjalan bersama bayangan yang sepi tanpa ada mentari hati yang menerangi.
sang cahaya hati tak lagi menerangi, cahayanya redup dan seakan padam tertelan waktu.
Perlahan meninggalkan jiwa yang sepi, bersama hati yang tergores karna luka cinta.
Mereka tertawa? Menertawakan ku bersama perasaan yang ku miliki. Tanpa pernah mereka tau bagaimana sulitnya aku bertahan dengan rasa yang terbalut luka.
bodoh? Itulah kata yang mereka lontarkan untukku, namun semua itu takkan mampu membuat ku rapuh atau bahkan membunuh rasa yang ku miliki. Semua ini takkan membuat ku berhenti, berhenti untuk mencintai mu. Karna aku percaya cahaya itu akan hadir kembali dan menerangi jiwa ku yang sepi ini.
Memang sakit rasanya, tapi keyakinan hatiku berkata, “semua ini akan indah pada waktunya” rasa sakit kan jadi rasa bahagia, air mata kan jadi sebuah canda tawa. Dan itulah yang selalu aku rasakan saat bersamamu…………


Masa-masa sulit akan dirasakan Saskia, hari-hari yang indah kini berubah menjadi hari yang gelap untuknya. Hatinya seakan meronta disaat setiap harinya melihat kemesraan Brian bersama Amel. Suatu pemandangan yang sangat tidak dia inginkan. Ingin hatinya meronta meluapkan semua rasa yang menyakitkan, namun dia hanya memilih diam, mencoba tetap tegar dengan segala kenyataan yang ada.

“are you oke?” Sapa Silvi pada Saskia.
“aku gak apa-apa kok Sil, udah biasa menikmati pemamndangan seperti ini,” sahut Saskia dengan senyuman.
“kamu kenapa gak coba move-on aja sih dari kakak itu, secara cowok di sekolah ini banyak gak cuma dia seorang, kenapa kamu harus bertahan jika hanya sakit yang kamu rasain,” ujar Silvi memberikan nasehat.
“ini bukan masalah logika Sil, tapi masalah hati. Memang sangat bodoh rasanya bertahan dengan semua ini. Logika memaksa ku untuk pergi namun hati selalu menahan ku untuk tetap bertahan karna memang pada dasarnya cuma dia yang bisa buat aku kayak gini. Dia berbeda dari yang lain, dia mampu melakukan apa yang yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain.
“sebegitu percaya nya ya kamu sama dia?”
“aku percaya padanya karna hatiku yang mempercayainya, bukan aku.”

Waktu terus berputar, hari demi terus berganti namun semua tetap sama tak ada yang berbeda. Meski kenyataannya Brian bersama Amel, namun Briyn tetap memperdulikan Saskia. Menjaga sebuah kepercayaan yang telah Saskia berikan untuknya.

#TAMAN PELANGI ↓

“aku minta maaf.”
“maaf untuk apa?”
“maaf untuk semuanya, setiap hari kamu harus melihat memandangan yang membuat mood mu down, atau bahkan luka yang selalu kamu rasakan.”
“hahaha. Gak apa-apa kok, aku sudah biasa dengan semua ini. Kamu tenang aja, aku baik-baik aja kok. Mending kamu fokus sama pacarmu aja.”
“bagaimana bisa kamu bilang gak apa-apa sedangkan faktanya yang terjadi seperti ini?”
“itu semua karna aku percaya padamu.”
“aku mau tanya sesuatu?”
“mau tanya apa?”
“apa yang membuat kamu begitu percaya padaku.”
“entah….. aku sendiri gak tau, dan bahkan sampai saat ini aku juga mencari alasan itu. Namun yang jelas saat aku bersamamu. Aku bahagia,” ujar Saskia dengan tersenyum.
Brian hanya terdiam seribu bahasa tanpa harus berbuat apa, dalam hatinya berdecak kagum kepada orang yang telah begitu menyayanginya.
“kamu tau gak? Kamu adalah orang pertama yang bisa buat aku merasa sangat di hargai dan di mengerti. Bagaimana bisa kamu percaya kepada orang yang sudah menyakitimu. Itu adalah hal yang tidak pernah aku temui sebelumnya.” Seraya mendekap hangat tubuh Saskia.
Mendengar ucapan Brian hanya tersenyum malu.
“Biasa lagi, aku hanya mencoba untuk mengerti kamu. Memahami posisimu disaat tak ada seorang pun yang mampu memahami perasaanmu,” tutur Sskia yang membuat Brian semakin berdecak kagum.
“aku punya suatu impin?” ujar Brian.
“impian apa?” sahut Saskia.
“aku ingin suatu saat nanti orang yang berdiri di sampingku dan menemani hari-hari ku, yang membuatkan masakkan untukku itu adalah kamu. Kamu mau gak untuk hidup bersama ku nanti di masa depan kita?”
Dengan tersipu malu, Saskia berkata
“iya aku mau,” seraya memeluk erat tubuh Brian.
“kamu itu adalah wanita yang hebat, aku berharap semua akan terus seperti ini. Sampai tiba saatnya dimana Tuhan akan menyatukan kita. Jangan pernah lupain aku ya, aku titip perasaan ku.
“iya, aku akan menjaga perasaan itu sampai tiba saatnya Tuhan mengijinkan aku untuk menjaga segenap jiwa dan ragamu.”
“janji?”
“aku janji.”

Di malam yang indah bertaburan bintang, sebuah janji tuk bersama di masa depan telah terucap. Sebuah rasa tuk bersama, tuk menepiskan luka yang ada dan menebus dosa lama yang telah terlewatkan. Bintang-bintang bergemerlapan seakan tersenyum melihat cinta diantara keduanya.

Perputaran waktu membawa pada saat dimana seleksi alam berlaku. Selang beberapa bulan Brian dan Amel putus. Hal ini terdengar oleh Saskia, entah apa yang di rasakan Saskia mendengar kabar putusnya hubungan Brian dan Amel. Disatu sisi dia merasa senang dengan begitu dia memiliki kesempatan untuk bersama Brian. Namun disisi lain, dia merasa sedih karna dalam angannya merasa bahwa putusnya hubungan mereka ada sangkut pautnya dengannya.

“kamu kenapa putus sama Amel?” tanya Saskia.
“gak apa-apa kok, cuma dia gak bisa menghargai ku.”
“tidak di hargai, maksudnya?”
“dia bisa melakukan apa yang dia mau, sedangkan aku apapun yang tak lakuin selalu salah di matanya. Memang aku akui cewek itu selalu benar, tapi setidaknya menghargai cowok bisakan?”
“tapikan gak harus dengan cara putus juga.”
“maaf aku gak bisa. Ini sudah di ujung batas kesabaran ku. Yang harus kamu tau adalah, “cewek itudi percaya sedangkan cowok itu di hargai” hal itu yang harus di miliki dalam suatu hubungan, tapi aku tidak bisa menemukan itu saat bersama dia.”
“aku gak tau apa yang terjadi, tapi aku kan sudah bilang kamu harus bertahan sama dia, gak perlu kamu kawatirin aku.”
“aku putus sama dia itu gak ada sangkut pautnya sama kamu. Lagian memang sudah tidak ada lagi yang harus dipertahankan.”
Untuk sejenak Saskia terdiam.
“tapikan kasian dia kak!”
“apa kamu bilang, kasian? Kamu masih bisa kasian sama orang lain sedangkan kamu tidak merasa kasian dengan dirimu sendiri? Sudah lah jangan bahas ini, ini semua sudah berakhir. Ini jalan ku dan ini keputusan ku. Aku ingin melangkah ke depan tanpa ada beban
yang membebani ku.”
“hmm…. Yasuda lah itu hak mu, maaf sudah ikut campur.”
Secepat kilap Brian memeluk Saskia.
“kamu gak perlu minta maaf, yang aku ingin sekarang adalah seseorang yang mampu menghargai dan memahami ku, dan orang itu adalah kamu.”
Saskia tersenyum seraya berkata.
“aku janji, aku akan berjalan di sampingmu sampai kapan pun dan memahami sebisa ku.”

Senyuman yang telah lama tenggelam, kini telah kembali. Cahaya itu kini telah bersinar lagi. Hari-hari yang dulunya kelam kini telah berwarna kembali.
kebahagian yang sempat pergi kini dapat Saskia rasakan kembali. Namun di balik itu semua terbesit kerisauan yang di rasakan Saskia.

“kamu kenapa, kok dari tadi tak perhatiin kayak murung gitu, ada masalah?” tanya Brian.
“aku gak apa-apa kok,” ketus Saskia.
“jangan bohong,? Kita pernah janjikan untuk saling terbuka. Semua itu butuh komunikasi untuk dapat temukkan menyelesaiannya. Ayo bilang ada apa?”
“aku takut?”
“takut kenapa?
“aku takut setelah ini tidak bisa bertemukamu lagi,” ujar Saskia dengan nada sendu.
“loh! Kok bisa?”
“habis ini kamu lulus, dan kemungkinana bertemu tidak ada. Terlebih kamu mau kuliah di luar kota.” Tampak linangan air mata mulai mengisi kantung mata Saskia.
Brian terdiam, ia menggenggam tangan Saskia dan menatap tajam kedua bola mata indahnya.
“Heiii…. Dengerin aku ya, apapun yang terjadi nanti semua itu tidak akan mengubah apapun, sesibuk apapun aku pasti usahakan ada waktu buat kamu.”
“beneran? Aku pegang perkataanmu.”
Brian tersenyum…….
“gak banyak kata yang bisa aku ungkapin buat ngeyakinin kamu, tapi yang jelas semampu dan sebisa ku, aku bakal buktiin semua itu ke kamu.”
Untuk sejenak perkataan Brian mampu menenangkan hati Saskia yang sedang gunda gulana.
“aku gak mau kehilangan kamu lagi.”
“tidak akan lagi!! Aku akan selalu disini untuk mu.”

Sepenuhnya Saskia menyadari bahwa dia tidak akan mampu menahan sang waktu untuk berhenti, dan pada akhirnya apa yang di takutkan Saskia pun terjadi….
Akhirnya Brian lulus dan menlanjutkan kuliahnya di luar kota. Hari ini adalah jadwal penerbangan Brian meninggalkan kota kelahirannya berserta orang yang dia sayangi. Sebelum dia pergi, dia membuka gitar yang sedari tadi di bawanya. Dia mengambil gitar dan memainkan satu lagu sebelum dia pergi.

PASTO – AKU PASTI KEMBALI.

Waktu telah tiba
Aku kan meninggalkan
Tinggalkan kamu
‘Tuk sementara.

Kau dekap aku
kau bilang jangan pergi
Tapi ku hanya dapat berkata

Aku hanya pergi ‘tuk sementara
Bukan ‘tuk meninggalkan mu selamanya
ku pasti kan kembali pada dirimu
Tapi kau jangan nakal
Aku pasti kembali…..

Linangan air mata itu perlahan mulai mengalir di pipinya
“loh kok nangis? Jangan nangis dong, Saskia kan strong,” ledek Brian.
namun Saskia hanya terdiam tanpa bisa berkata apapun.
“sudah-sudah, jangan nangis ya. Everything is gonna be ok. Sudah usap air matamu,” ujar Brian seraya menyodorkan sapu tangannya.
“nah gitu kan manis… aku berangkat ya, jaga diri baik-baik, aku titip perasaan ku.” Ujar Brian seraya mencium kening Saskia sebelum akhirnya dia pergi.
Perlahan langkah kaki Brian menjauh dari Saskia, semakin jauh dan jauh hingga sampai akhirnya menghilang. Saskia tak mampu menahan air yang sedari tadi mengalir di pipinya. Mungkin hanya air mata yang mampu mengungkapkan betapa beratnya dia harus melepaskan kepergian sang kekasih hati…..


Dear, my heart…..

Kau bagaikan secarik kapas yang perlahan terbang menghilang di terpa angin.
jauh dan sangat jauh hingga tak ku temui lagi titik senyum mu.
Kau pergi meninggalkan ku disini, namun hatimu tetap disini, bersemayam di dalam hati menemani jiwa yang gunda gulana sepi.
Ingin aku berteriak, “jangan pergi” namun aku tak mampu untuk menahan mu disini.
Mungkin hanya air mata ini yang mempu berbicarapadamu, bahwa aku sangat berat untuk melepaskan kepergianmu.
Namun seperti yang dulu pernah aku katakana padamu. Aku kaan selalu mengartikan mu dan akan selalu mempercayaimu, karna itulah caraku mencintaimu.
Aku akan menjadi seperti apa yang kamu inginkan, menjadi satu-satunya orang yang terbaik untukmu, dengan begitu takkan ada rasa takut dibenakku untuk kehilangan mu.
Pergilah kasih…. Kejarlah keinginanmu.
disini aku hanya akan selalu berdoa yang terbaik untukmu. Biarlah saati ini sang waktu memisahkan kita berdua. Tapi percayalah, sang waktu pula lah yang akan membawa mu kembali dan menyatukan kita lagi. Take care……….


#LDR ↓

Masa-masa sulit kini telah di jalani Brian dan Saskia. LDR (Long Distance Relationship) itu lah yang kini tengah mereka hadapi. LDR? Ibaratkan sesuatu yang tidak berwujud. Di bilang nyata namun tidak ada, mau di bilang tidak ada tapi ada. Sungguh sesuatu yang sangat rumit untuk di jelaskan, bagaimana setiap harinya harus menahan rasa rindu yang menggebu-gebu karna sang waktu tak mengijinkan untuk bertemu.
Meski jarak dan waktu memisahkan mereka, tapi semua itu tidak mengubah apapun di hati keduanya. Bernaung di langit yang sama namun berada di tempat yang berbeda adalah salah satu cara Tuhan menguji rasa cinta dan kepercayaan yang mereka miliki. Karna pada dasarnya dalam hubungan itu dibutuhkan sebuah komitmen. Komitmen itu sendiri adalah tanyakan pada hatimu dan hatinya, “mau dibawa kemana hubungan kita? Apa tujuan dari hubungan kita.” Jika komitmen dari awal untuk, “selalu bersama, karna ketika bersama orang yang kita sayangi kita merasa bahagia.”Aku yakin apapun yang terjadi mereka akan tetap selalu bersama dan melewati semua cobaan yang ada, karna memang dalam sebuah hubungan di butuhkan orang-orang yang hebat, dengan begitu mereka akan bisa memaknai arti cinta yang sebenarnya dan kebahagiaan sejati akan diraihnya.
Itulah yang saat ini mereka lakukan, saling percaya satu sama lain dan berkomitmen untuk selalu bersama adalah kekuatan dari cinta mereka untuk bisa selalu bersama meski saat ini jarak dan waktu memisahkan, namun hal itu tak membuat hati keduanya goyah.

#BY PHONE ↓

“aku kangen, kapan kamu bisa liburan kesini?”
“sabar ya…. Aku juga kangen banget sama kamu.”
“LDR itu gak enak, kita punya kekasih tapi berasa gak punya kekasih. Hanya dalam bentuk rasa bukan dalam bentuk nyata. Rasa rindu ini selalu menyiksa ku disaat aku merindu namun tak bisa aku temui. Sangat menyebalkan jika harus bertahan menahan rindu,” celoteh Saskia.
Brian hanya bisa terdiam mendengar perkataan pujaan hatinya yang sepertinya mulai lelah dengan keadaan.
“maaf ya untuk ini, aku memang tidak bisa ada dalam bentuk nyata untuk mu. Tapi sampai saat ini aku selalu menjaga cintaku buat kamu.”
Sepenggalan kata itu mampu membuat tenang hati Saskia.
“disaat kamu mulai merasa lelah dengan semua ini, ingatlah satu hal. Yaitu komitmen kita untuk selalu bersama, kita harus bisa melewati semua ini sebelum akhirnya Tuhan akan mempersatukan kita. Kita pernah melewati masa-masa sulit sebelum ini, lalu kenapa kita harus menyerah dengan hal sama yang sudah pernah kita lalui. Aku sayang kamu dan aku harap suatu saat nanti orang yang berdiri disamping ku itu adalah kamu, tolong jaga perasaan kita.”
“aku juga sayang banget sama kamu, dan akan aku jaga rasa ini sampai waktunya tiba Tuhan mempersatukan kita.”

Malam yang dingin di tutup dengan hangatnya kata rindu, angin malam berhembus tenang seakan ingin menyampaikan rasa rindu yang teramat dalam, bulan bintang tersenyum seakan mereka bahagia melihat dua insan yang saling merindu…..
Hanya lewat telephon mereka bisa berkomunikasi, melepas rasa rindu walau pun itu hanya bersifat sementara. Telephone menjadi jembatan untuk mereka berbagi cerita bahagia, atau pun keluh resah yang mereka rasakan, dan seperti itu seterusnya…..
Waktu terus berjalan, detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari beranti bulan dan bulan berganti tahun. Selang 7 tahun kemudian akhirnya mereka tamat kuliah dan keduanya bekerja di tempat masing-masing. Sudah memiliki pekerjaan yang mapan dan finansial yang cukup, kini saatnya Brian bertindak layaknya seorang lelaki sejati…..

#DI MASJID ↓

Penghulu : “saudara Brian, saya nikah kan engkau dengan  Saskia Della Safitri binti bapak Prastyo Sugiono dengan mas kawin di bayar tunai.”
Briyan : “saya terima nikahnya Saskia Della Safitri binti bapak Prastyo Sugiono dengan mas kawin di bayar tunai.”
Penghulu : “bagaimana para saksi, sah?”
Saksi : “sahhhhh……..”

Para saksi serentak berkata sah yang membuat para keluarga Brian dan Saskia bernafas lega. Rona kebahagiaan terpancar jelas di wajah keduanya. Semua pertanyaan yang selama ini menggundah dihati keduanya telah Tuhann jawab pada hari ini.

“hai istri ku… cieee istri (hahaha),” ujar Brian menggoda.
“apaan sih kamu,” sahut Saskia tersipu malu. Brian hanya tertawa lebar.
“mau liburan kemana nih kita?”
“terserah.”
“kok terserah?”
“aku terserah kamu, kemana pun kamu pergi mulai sekarang aku akan selalu di sampingmu, kemana pun itu, asalkan denganmu aku akan selalu merasa bahagia,” ujar Saskia yang membuat senyum Brian mengembang. Brian mendekap erat tubuh Saskia.
“terima kasih ya, untuk semua yang telah kamu lakuin, yang kamu korbankan sampai saat ini. Dan sekarang sampai seterusnya akan aku tebus semua dosa dan kesalahan ku di masa lalu. Takkan ada air mata lagi, kalau pun aku harus membuat mu menangis, akan aku pastikan air mata itu, air mata kebahagiaan. Mulai saat ini kita akan selalu bersama dan tidak ada lagi yang akan memisahkan kita. Tidak akan lagi!!!.”

Brian memeluk erat tubuh sang kekasih hatinya, pelukkan yang seakan tak pernah ingin ia lepaskan lagi. Masa lalu yang kelam, yang pernah ia perbuat adalah suatu kebodohan terbesar yang dia lakukan. Namun hari terus berganti. Masa lalu hanya akan menjadi cerita di masa yang telah berlalu yang harus di tinggalkan. Dan sekarang Brian menatap masa depan untuk menebus kesalahannya di masa lalu. Suatu kesalahan yang pernah membuat orang yang dia sayangi terluka. Angin baru telah berhembus, memberikan kesegaran baru dalam kehidupan. Lembaran baru telah tercipta. Dan kali ini, Brian hanya akan menulis tentang rasa bahagia, bukan rasa sakit lagi.


Dear, my heart……

Aku tidak tau harus dengan apa aku mengungkap kan semua rasa yang aku miliki sekarang.
aku merasa menjadi satu-satunya wanita yang sangat bahagia di dunia ini.
Terima kasih Tuhan, terima kasih untuk kebahagian yang telah Engkau berikan ini. Terima kasih untuk waktu yang telah Engkau janjikan. Kini waktu itu telah datang, dan aku merasa sangat bahagia sekarang.
Tidak akan ada lagi kesedihan, tidak aka nada lagi air mata. Jika aku sampai menjatuhkan air mata, itu adalah air mata kebahagian yang aku rasakan.
Untuk seseorang yang aku sayangi, mulai saat ini aku akan selalu setia berada di samping mu. Menemani mu dalam setiap langkah hidupmu, menggenggam erat tangan mu tuk arungi jalan hidup bersama. Takkan ada luka lagi, yang ada hanya rasa bahagia.
Kini sang mentari telah bersniar, pelangi hati kini telah mewarnai hati yang telah lama kelam. Cinta telah besemi di dalam hati bertaburan bunga bagaikan di musim semi. Masa sulit telah ku lalui, dan kini hanya aka nada cerita bahagia yang akan ku tulis di dalam buku perjalanan hidup ku, bersama orang yang sangat aku sayangi ~ BRIAN.


Dan itu lah akhir dari perjalanan kisah cinta Briyan dan Saskia. Untuk mendapatkan kebahagian sejati dibutuhkan sebuah pengorbanan dan sakit hati, karna TERLUKA ADALAH CARA TUHAN MEMBAHAGIAKAN SESEORANG.
Jika kalian bertanya, apakah cinta sejati itu ada? Atau hal itu hanya sebuah dongeng belaka? Jawabannya ada. Namun hal yang harus di sadari untuk mendapatkannya tidak semudah saat kita mengangankannya. Dibutuhkan kesabaran dan keiklasan hati, kalian harus berjuang lebih untuk itu. Mungkin kalian berfikir bahwa cerita yang ku tulis hanyalah sebuah cerita yang ujungnya berakhir bahagia. Jika kalian berfikir seperti itu, kalian salah besar. Dalam cerita ini aku mencoba untuk memaparkan cinta yang sejati. Cinta sejati itu ada, namun hal itu bisa di dapat tergantung bagaimana cara kita menjalaninya.
Bukti? Coba kalian renungkan ini dan pikirkan baik-baik. Aku ambil contoh dari kisah cinta mantan presiden Indonesia Bapak B.J Habiebie dan Ibu Ainun, atau yang sekarang lagi booming yaitu hubungan Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie.
Bapak Habiebie dan Ibu Ainun bersama sampai akhir hayat. Atau Chelsea dan Glenn yang berpacaran selama 8 tahun dan akhirnya memutuskan untuk menikah. Mungkin saat ini apa yang kalian pertanyakan sama dengan apa yang aku pikirkan. “kok bisa pacaran sampai 8 tahun dan akhirnya menikah?” jawabannya sederhana, kembali seperti yang aku jelaskan diatas, yaitu komitmen. So? Ketika kalian menyayangi seseorang dan ingin selalu bersamanya dalam ikatan sebuah hubungan. Kalian harus memiliki komitmen. Apa tujuan dari hubungan yang akan kalian jalani. Menjalani sampai di penghujung jalan (menikah) atau hanya putus di tengah jalan. Semua itu adalah komitmen kalian bersama pasanganmu. Dalam komitmen banyak hal yang harus dilakukan sebagai pelengkap, seperti:

→ KEPERCAYAAN
Saling percaya adalah salah satu hal yang harus dilakukan, karna dengan begitu pasangan kita akan merasa di hargai. Jangan selalu berprasangka buruk padanya, justru berikan dia kebebassan, jangan malah di kekang itu adalah hal yang salah. Karna ketika kita menahan pasangan kita secara otomatis disana akan timbul perasaan kurang nyaman dan itu dapat memperenggang suatu hubungan. Pikirkan ini! Jika kamu sendiri tidak bisa mempercayai orang yang kamu sayangi, bagaimana bisa kamu akan menjalani suatu hubungan dengannya? Jadi mulai sekarang belajar lah untu tidak selalu berprasangka buruk kepada pasangan mu. Jangan pernah takut pasangan kalian selingkuh, karna ketika kalian sudah berkomitmen satu maka kata selingkuh itu tidak akan pernah singgah di hubungan kalian.

→ PERHATIAN
Saling perhatian satu sama lain adalah salah satu kunci untuk mempererat suatu hubungan, karna dengan hal ini pasangan kita akan merasa diperdulikan, di hargai sebagai kekasih dan dibutuhkan.
Perhatian yang aku maksud disini tidak selalu perhatian dalam bentuk sekedar mengingatkan dia makan, tapi hal-hal kecil juga bia dilakukan. Seperti, ketika pasangan mu hendak bepergian kamu ucapin take care, dikala musim hujan mengingatkannya untuk membawa jas hujan, dll. Namun yang harus di sadari setiap orang memiliki sifat yang berbeda-beda. Jangan terlalu over bentuk perhatian yang kalian lakukan untuk doi. Karna itu bisa membuat pasangan kita tidak enjoy. Satu cerita aku ambil dari pengalaman pribadi. Aku suga banget main basket dan sering cidera bahkan jatuh. Sangking perhatiannya doi melarang ku basketan! Niatnya sih baik gak pengen aku kenapa-kenapa. Tapi dia melupakan satu hal penting, aku hobby main basket tapi doi tidak mendukung itu ibaratkan sebuah larangan gitu dan seterusnya begitu hal-hal yang aku suka menjadi larangan baginya. Jadi sebelum kalian memberikan suatu perhatian, di lihat dulu tipe pasanganmu. Agar keretakkan dalam hubungan kalian tidak dapat terjadi.

→ MENGERTI
Saling mengerti satu sama lain, mungkin bisa di bilang ini hal yang sulit di jalani. Karna untuk bisa mengerti/mengalah disaat kita tidak bersalah tapi di salah kan itu di butuhkan keiklasan hati. Saling mengerti disini yang aku maksud, jangan egois hanya untuk kemenangan sendiri, merasa paling benar tanpa mau mengoreksi diri sendiri. Hal ini biasanya terdapat dalam diri cewek. Ya… sebelumnya aku minta maaf, disini bukannya aku membela para cowok hanya karna aku cowok juga. Cuma seperti yang kita tau . cewek itu punya sloan “cewek selalu benar.” Benarkan? Hal inilah yang membuatnya terkadang merasa angkuh dan tidak mau di salah kan. Nah… kalau seperti itu terus apa bisa sebuah hubungan dapat berjalan, setiap saat cowok yang harus selalu mengalah. Untuk beberapa hari okelah mungkin cowok bisa menghargai dan menerima tapi jika hal itu selalu terjadi, jangan salahkan jika si cowok tersebut memilih untuk pergi. Karna pada dasarnya cowok itu juga manusia dan mereka juga mempunyai batas mampu untuk bertahan menghadapi perasaan cewek yang terkadang angkuh.
Dan  hal penting yang ingin aku bagi agar hubungan kalian dapat bertahan lama, lakukan ini. Pernah berantem? Pasti pernah dong. Nah… ketika salah satu diantara kalian menjadi api, satunya harus menjadi air untuk mengimbangi. Jangan api ketemu api atau air dengan air hal ini tidak akan menemukan titik penyelesaian, yang ada hanya akan pertikaian yang kepanjangan. saling berfikir dewasa dan mengerti satu sama lain untuk kelangsungan hubungan kalian. Jangan mementingkan ego siapa yang benar siapa yang salah, tapi belajar lah untuk melihat ke dalam diri, bahwa ada rasa sayang yang tersimpan untuk orang yang sedang kau marahi (pasanganmu).

→KOMUNIKASI
Dan yang terakhir adalah komunikasi. Dalam sebuah hubungan komunikasi itu sangat penting, dan catatan bagi para cewek. Jangan memaksa cowok untuk selalu mengerti apapun yang kalian mau. Kami (cowok) bukan paranormal yang bisa tau apa yang kalian inginkan tanpa kalian bicara. Cowok itu juga manusia. Sering aku temui hal seperti ini dalam hubungan. Ketika cewek marah/ngambek mereka akan diam, karna mereka pikir diam adalah cara terbaik yang bisa mereka lakukan. Namun sebenarnya hal ini adalah hal yang salah, sekarang coba pikir, kalian diam dapat apa? Apa dengan diam semua problem akan terselesaikan. Ya… inilah yang aku maksud dengan komunikasi, apapun yang dirasakan apapun problem yang terjadi dalam sebuah hubungan semua itu di bicarakan, dengan begitu kita tau titik permasalahannya dan akan mencari solusi untuk itu. Dengan begitu akan menjadilebih baik dari pada hanya diam.

Dan jangan pernah menganggap cinta itu monyet, cinta monyet hanya dilakukan orang-orang yang tidak benar-benar mencintai mu. Karna jika dia benar-benar mencitaimu dia akan menjaga cintanya dan komitmennya untuk selalu bersama. Dan jangan pula ketidak cocokan sebagai alasan untuk berpisah. Kalian mengatakan tidak cocok tapi kenapa kalian memulai? Jika tidak cocok dari awal tidak akan terjadi suatu jalinan cinta di dalam hubungan. Suatu problem yang terjadi dalam suatu hubungan, itu karna komitmen kalian yang mulai luntur, atau kita dalam keadaan emosi. Sering terlihat ketika orang sedang emosi dengan mudahnya mengatakan putus. Ini adalah kebodohan yang terkadang dilakukan. Kenapa harus mengorbankan perasaan hanya untuk emosi yang bersifat sementara. Hubungan itu mempertaruhkan perasaan hati jadi berfikir lah dua kali sebelum kamu bicara atau sebelum kamu bertindak.

Jadi bagi para pembaca Blog ku yang setia, semoga dengan membaca Blog ini kalian bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dewasa yang mampu mengambil keputusan dengan benar dan tindakkan yang benar. Jangan berfikir cinta sejati hanya dimiliki orang-orang yang beruntung, itu adalah hal yang salah karna sejatinya kita bisa seperti mereka. Tekan kan dalam hati “JIKA ORANG LAIN BISA, KENAPA SAYA TIDAK.”
Mulai sekarang perbaiki pandangan kalian dalam cinta. Saling mengevaluasi kekurangan untuk mengisi kekosongan. Satu hal yang harus kalian tau, cinta tidak selalu mengajarkan mu tentang arti kebahagian, namun juga mengajarkan mu tentang sebuah penderitaan dalam perjuangan cinta.
Okelah, aku rasa cukup, dan semoga ini bisa bermanfaat. Maaf untuk kekurangan yang aku tulis ini. Menulis hanya lah hobby bukan ahli. Dan juga disini bukannya sok tau namun ini adalah sebuah hasil ovbservasi tentang pengalaman teman, sudut pandang dan diri sendiri.
Aku doakan bagi kalian yang sudah punya pasangan, semoga tambah langgeng dan harmonis terus. Ingatlah kalian harus memiliki komitmen. Dan untuk para jomblo semoga lekas dapat pacar namun jangan gegabah dalam mendapatkan pasangan. Mantap kan dengan kata hati terlebih dahulu baru membentuk komitmen untuk menuju kebahagian sejati. SELESAI.


(SALAM BAHAGIA)


By: Riyan Autogenestic